Sejarah Sholat Tarawih Ramadhan

  • 02 Mar 2025 19:09 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dikerjakan umat Islam di bulan Ramadhan, tepatnya setelah sholat Isya. Ibadah ini menjadi salah satu cara menghidupkan malam-malam Ramadhan yang penuh berkah. Sholat Tarawih memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah menghapus dosa-dosa di masa lalu bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Namun, tahukah kalian bagaimana sejarah awal mula sholat Tarawih dilakukan? Berikut penjelasannya.

Sejarah Sholat Tarawih

Dikutip dari laman Umroh.com, sholat Tarawih pertama kali dilaksanakan langsung oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Ibadah ini dilakukan pada tanggal 23 Ramadhan tahun kedua Hijriah. Menariknya, di masa Rasulullah SAW, sholat Tarawih tidak selalu dilakukan di masjid, tetapi kadang juga di rumah.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:

"Pada suatu malam, Rasulullah shalat di masjid, lalu banyak orang ikut shalat bersama beliau. Pada malam ketiga atau keempat, jamaah kembali berkumpul menanti kedatangan beliau, namun Rasulullah tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda: ‘Aku melihat apa yang kalian lakukan tadi malam, namun aku tidak keluar karena khawatir sholat ini diwajibkan bagi kalian.’ Peristiwa ini terjadi di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, terlihat bagaimana Rasulullah SAW sangat mempertimbangkan kondisi umatnya. Beliau khawatir jika sholat Tarawih dilakukan terus-menerus secara berjamaah di masjid, umat akan mengira bahwa sholat ini wajib dilakukan. Padahal, Rasulullah ingin menjaga agar umat Islam tidak terbebani.

Sholat Tarawih dan Spirit Qiyamullail

Meskipun bukan sholat wajib, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan sholat Tarawih atau qiyamullail. Hal ini tercermin dalam sabda beliau:

"Orang yang melaksanakan qiyamullail di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Musnad Ahmad, Rasulullah juga bersabda:

"Ramadhan adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasa dan aku menetapkan sunnah qiyam (Tarawih) bagi umat Muslim. Barang siapa melaksanakan qiyamullail dengan penuh keimanan dan mengharap ridha-Nya, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya."

Dari sejarah ini, terlihat jelas bahwa sholat Tarawih bukan sekadar ritual ibadah malam, tetapi sebuah sunnah yang sarat makna. Sholat ini menjadi bukti cinta Rasulullah kepada umatnya, sekaligus menjadi jalan meraih ampunan dan keberkahan di bulan suci Ramadhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....