Intip Kisah Mita Yulian Sasmita, Relawan Indonesia di Piala Dunia 2026
- 01 Jul 2026 15:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Mita Yulian Sasmita adalah salah satu relawan Piala Dunia 2026 asal Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Mita mengungkapkan rasa bahagianya karena kembali berpartisipasi setelah dia terlibat dalam Piala Dunia 2018 dan 2022 usai melewati tahapan pendaftaran di volunteer.fifa.com.
Mita mengatakan ajang bergengsi tersebut merupakan candu baginya. Dia menceritakan setelah Piala Dunia 2022 di Qatar, Mita pun menatap Piala Dunia 2026. Dia bahkan dengan mantap ingin menjadi relawan di Piala Dunia 2026 dan ingin terus menerus terlibat di sepak bola empat tahunan ini.
"Seperti jadi semacam salah satu tujuan dalam hidup aku untuk terus jadi relawan FIFA sejak pertama kali partisipasi di Piala Konfederasi Rusia 2017 dan Piala Dunia Rusia 2018," ujarnya saat dihubungi RRI Selasa, 30 Juni 2026.

Mita yang pernah mengajar Bahasa Inggris menyebut menjadi relawan Piala Dunia adalah jawaban dari cita-cita masa kecilnya. Dahulu dia kerap menonton Piala Dunia di TV hingga berangan ada di lokasi.
"Lebih ke menghidupkan angan-angan, dulu liat orang-orang yang bawa bendera ke lapangan terus mikir ah aku mau kerja di Piala Dunia," ucap Mita.
Mita yang bermodalkan tekad kuat dan semangat, mengaku memiliki tujuan sederhana sebagai relawan yakni memberikan yang terbaik untuk turnamen dan memperluas jaringan. Meski tak mendapatkan benefit berupa uang, Mita mengaku menjalani tugas sebagai relawan Piala Dunia 2026 dengan penuh suka ria.
"Semuanya itu ditanggung sendiri, tapi karena seperti panggilan gitu aku gak merasa terbebani, aku malah seneng menjalani segala kegiatan di Piala Dunia 2026, seru aja," katanya.

Mita yang bertugas sebagai broadcast services di Piala Dunia 2026 membagikan pengalaman unik dan tak terduga saat bertugas. Dia mengaku pernah mengelilingi stadion selama sejam lebih untuk mencari tiket penonton Iran yang hilang.
"Aku juga pernah ngecek kursi stadion satu-satu untuk mastiin gak ada kerusakan, atau menghadapi pertanyaan dari media yang lucu-lucu misal minta AC sentralnya dikecilin, atau minta ganti channel pertandingan sedangkan remote bukan tanggung jawab aku," ujarnya sembari tertawa.
Selain bertugas di Piala Dunia 2026, Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) itu menceritakan dirinya juga menyempatkan diri menonton pertandingan yang disukainya ketika dirinya tidak bertugas. Mita pun menegaskan pengalaman yang didapat selama menjadi relawan merupakan hal yang sangat berharga baginya. Dengan begitu dia mengharapkan kembali menjadi relawan pada tahun 2030 mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....