RRI Singaraja Gandeng Pertuni Bangli Sambut Pesta Bola 2026

  • 20 Mei 2026 14:02 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas layanan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok difabel sensorik netra, Tim LPU LPP RRI Singaraja melakukan koordinasi dan kesiapan program “Dengar Bareng Pesta Bola Dunia 2026” bersama DPC Pertuni Kabupaten Bangli.

Program tersebut sejalan dengan harapan Presiden Republik Indonesia agar ajang Pesta Bola Dunia 2026 dapat menjadi momentum kegembiraan bersama yang dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Kegiatan koordinasi dilaksanakan pada 19 Mei 2026 bertempat di Jalan Brigjen Ngurah Rai Nomor 47, Kawan, Kabupaten Bangli, Bali. Melalui kegiatan ini, LPP RRI Singaraja mendorong kelompok Difabel Sensorik Netra untuk menikmati kemeriahan pertandingan Pesta Bola Dunia 2026 melalui siaran langsung radio RRI sebagai media informasi dan hiburan yang inklusif serta mudah diakses.

Ketua DPC Pertuni Kabupaten Bangli, Pande Rivan, bersama sejumlah anggota menerima kunjungan Tim LPU LPP RRI Singaraja dengan penuh antusias. Ia menyampaikan dukungannya terhadap program yang diinisiasi RRI karena dinilai mampu memberikan ruang bagi kelompok difabel untuk ikut merasakan atmosfer pesta olahraga dunia.

Pande Rivan menjelaskan bahwa kecintaan anggota komunitas Difabel Sensorik Netra terhadap sepak bola telah tumbuh sejak lama. Selama ini, mereka menikmati pertandingan dengan mengandalkan suara komentator untuk membangun gambaran jalannya laga di dalam imajinasi mereka.

Mulai dari alur serangan hingga momen menegangkan seperti tendangan penalti, seluruh suasana pertandingan dapat dirasakan melalui deskripsi komentator. Bahkan, emosi pertandingan turut dirasakan, mulai dari rasa tegang hingga spontan bersorak saat gol tercipta.

“Biasanya keseharian kami, kita nonton melalui TV dengan mendengar komentator. Kita hafalkan misalnya pemain Argentina siapa saja. Sedikit tidaknya dari 23 pemain minimal kita hafal 18 pemain. Jadi pemain dari negara-negara besar seperti Inggris, Spanyol, yang sering ikut piala dunia itu pemainnya lumayan kami tahu,” ujar Pande Rivan.

Ia menambahkan, komunitas Difabel Sensorik Netra di Bangli juga kerap mengadakan kegiatan berkumpul bersama untuk menikmati pertandingan sepak bola sebagai bentuk kebersamaan sekaligus menyalurkan kecintaan terhadap olahraga tersebut.

Antusiasme yang tinggi terhadap dunia sepak bola, khususnya dukungan kepada klub Bali United, juga melahirkan komunitas bernama Blind Semeton Dewata. Bahkan, mereka pernah hadir langsung ke Stadion Bali United untuk merasakan atmosfer pertandingan secara langsung dan menjadi bagian dari euforia sepak bola nasional.

Melalui program “Dengar Bareng Pesta Bola Dunia 2026”, RRI berharap dapat menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif, memperluas akses informasi dan hiburan bagi kelompok Difabel Sensorik Netra, sekaligus memastikan semangat dan kemeriahan pesta olahraga dunia tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa batas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....