Buleleng Kejar Prestasi Nasional, Atlet Muaythai Ditempa Disiplin dan Mental

  • 26 Agt 2026 08:38 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Regenerasi atlet didukung melalui latihan, pembentukan mental, serta dukungan penuh dari keluarga dan pelatih untuk menciptakan atlet yang kompetitif.
  • Cabang olahraga Muaythai Buleleng melakukan pembinaan atlet secara terprogram melalui latihan rutin dan training center untuk meningkatkan kompetisi di tingkat nasional.
  • Manajer Tim sekaligus Sekum MI Buleleng Metariawan menekankan bahwa pemusatan latihan menjadi sarana menyamakan persepsi antara pelatih dan atlet sebelum menghadapi kompetisi.

RRI.CO.ID, Singaraja - Cabang olahraga Muaythai Buleleng terus mendorong regenerasi atlet untuk mampu bersaing di tingkat nasional. Perjuangan tersebut dilakukan melalui latihan rutin, pembentukan mental, serta dukungan keluarga dan pelatih.

Manajer Tim sekaligus Sekum MI Buleleng Metariawan mengatakan, pembinaan atlet dilakukan secara terprogram melalui latihan dan training center. Menurutnya, pemusatan latihan menjadi sarana menyamakan persepsi antara pelatih dan atlet sebelum menghadapi kompetisi.

“Training center ini adalah menyamakan persepsi dan juga menyamakan energi kita. Pelatih bisa memahami atletnya, kemudian atlet lebih banyak memahami instruksi dari pelatih” ujarnya.

Salah satu atlet yang telah menorehkan prestasi adalah Kadek Bayu Suteja. Ia mengaku awalnya menekuni silat sebelum beralih ke Muaythai atas dorongan keluarga. Dari kejuaraan pertamanya di Jawa Timur, Bayu langsung meraih juara dan terus mengembangkan kemampuannya hingga berhasil meraih medali emas pada Kejurnas Muaythai 2026.

Bayu menyebut tantangan terbesar sebagai atlet adalah menjaga berat badan dan menghadapi kejenuhan latihan. Ia juga sempat mengalami cedera dan kegagalan yang membuatnya ingin berhenti, namun dukungan keluarga dan pelatih membuatnya kembali berlatih hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

Pelatih Muaythai Buleleng Gede Sudarma mengatakan, latihan tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga membentuk mental atlet. Ia menerapkan disiplin dalam latihan tanpa membedakan atlet yang merupakan anak sendiri maupun atlet lainnya.

“Kalau sudah anak berlatih itu bukan anak kami juga, itu adalah atlet. Program-program itu selalu terlaksana. Jangan sampai kami membedakan anak dan atlet yang lain” ucapnya

Sementara itu, Metariawan menegaskan, pembentukan mental atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Atlet ditempa melalui kebiasaan dan tekanan yang terukur agar mampu menghadapi situasi pertandingan. Ia berharap semakin banyak generasi muda Buleleng menyalurkan energi melalui olahraga dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....