Atlet Buleleng Antar Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026
- 03 Agt 2026 08:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Atlet woodball asal Kabupaten Buleleng, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, menjadi salah satu pilar keberhasilan Indonesia meraih gelar juara umum kategori senior pada 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia. Bersama tim nasional, Prabawa sukses mempersembahkan medali emas di nomor Fairway Competition Men's Team, sekaligus mengantarkan Indonesia mendominasi kejuaraan dunia dengan raihan empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung pada 24–30 Juli 2026 tersebut diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai negara. Pada nomor beregu putra, Prabawa tampil bersama Eka Candra Aprilyanto, Moh. Habibullah, Fachri Husaini, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda. Mereka berhasil menundukkan tuan rumah Malaysia pada partai final yang berlangsung dramatis.
I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha mengaku bangga dapat menjadi bagian dari tim Indonesia yang berhasil membawa pulang gelar juara umum. Menurutnya, kejuaraan dunia memberikan pengalaman berharga, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.
"Kesannya sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang saya dapat di World Cup Malaysia, seperti belajar menahan emosi, siap bermain di luar jadwal, menghadapi kondisi cuaca yang tiba-tiba hujan, dan bertemu dengan orang-orang dari seluruh dunia," ujarnya, dikonfirmasi Minggu 2 Agustus 2026.
Prabawa mengungkapkan perjuangan menuju podium tertinggi tidak berjalan mudah. Minimnya waktu mencoba lapangan, padatnya jadwal pertandingan hingga malam hari, serta perubahan cuaca menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh atlet Indonesia.
"Kendalanya waktu mencoba lapangan sangat minim. Waktu istirahat juga sangat sedikit karena pertandingan bisa sampai pukul delapan malam. Belum lagi cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi hujan badai," katanya.
Menurut Prabawa, momen paling berkesan terjadi saat final menghadapi Malaysia. Tim Indonesia sempat tertinggal 0-2 sebelum bangkit membalikkan keadaan menjadi 3-2 untuk memastikan medali emas di nomor Fairway Competition Men's Team.
"Pengalaman yang paling berharga adalah mampu mengembalikan keadaan saat final melawan tuan rumah Malaysia. Kami sempat tertinggal 0-2, tetapi akhirnya menang 3-2. Itu menjadi pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan," ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa prestasi di level dunia tidak hanya ditentukan kemampuan teknik, tetapi juga mental bertanding, kekompakan tim, serta kemampuan mengendalikan emosi. Prabawa pun mengajak atlet-atlet muda, khususnya di Buleleng, untuk terus disiplin berlatih demi meraih prestasi.
Sementara itu, Ketua Pengkab Indonesia Woodball Association (IWbA) Buleleng, Sang Made Fernanda Iragraha, mengapresiasi capaian Prabawa yang berhasil menjadi bagian dari tim juara dunia. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan atlet hasil pembinaan Buleleng mampu bersaing di level internasional.
"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Buleleng dan diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih serta berani bermimpi tampil membela Indonesia di ajang dunia," ujarnya.
Keberhasilan Prabawa Mapet memperkuat tim peraih medali emas sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 semakin menegaskan potensi atlet Buleleng di pentas internasional. Dengan usia yang masih produktif, peluang Prabawa untuk terus mengharumkan nama Indonesia pada berbagai kejuaraan dunia dinilai masih terbuka lebar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....