Komisi IV DPRD Bali Tinjau Venue Panjat Tebing FPTI Buleleng
- 05 Mei 2026 18:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Bali ke venue sport climbing FPTI Buleleng menjadi bagian dari peninjauan kesiapan fasilitas olahraga di daerah. Kegiatan ini difokuskan pada kondisi sarana, standar keamanan, serta potensi pembinaan atlet panjat tebing di Kabupaten Buleleng. Peninjauan ini juga terkait kesiapan daerah sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi.
Rombongan Komisi IV melihat langsung fasilitas latihan dan area panjat tebing yang digunakan atlet. Selain aspek teknis, perhatian juga diberikan pada kelayakan venue untuk mendukung event olahraga skala besar. Hasil peninjauan ini menjadi bahan evaluasi untuk perencanaan pengembangan ke depan.
Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Ketua Umum FPTI Buleleng, Dr. Haji Wahjoedi. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Komisi IV DPRD Provinsi Bali menjadi dukungan nyata bagi pembinaan dan pengembangan olahraga panjat tebing di daerah.
“Kunjungan kehormatan dari rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Bali ini adalah sebagai sebuah support konkret terkait dengan berbagai langkah yang dilakukan oleh segenap keluarga besar FPTI Buleleng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pembinaan atlet dilakukan secara intensif, disertai upaya peningkatan fasilitas secara bertahap. Capaian atlet panjat tebing Buleleng di tingkat dunia menjadi dasar penting untuk mendorong peningkatan sarana agar sesuai standar pembinaan.
“Baik dari sisi pembinaan yang dilakukan secara intensif maupun dari sisi upaya progresif dalam rangka renovasi fasilitas panjat tebing, ini menjadi trigger penting bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Bali, Putu Mangku Mertayasa, menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan memastikan kesiapan Buleleng sebagai tuan rumah pada agenda olahraga mendatang. Dari hasil peninjauan dan pemaparan di lapangan, ia menilai kesiapan daerah sudah terlihat, namun masih terdapat sejumlah kekurangan pada fasilitas.
Ia menyebut kebutuhan anggaran menjadi salah satu perhatian utama dalam peningkatan sarana olahraga. Dari hasil evaluasi, estimasi anggaran mencapai sekitar Rp26,2 miliar, dengan kebutuhan prioritas sekitar Rp20 miliar yang dinilai harus segera direalisasikan melalui anggaran perubahan.
“Mendengar pemaparan dan melihat langsung di lapangan, kami dapat simpulkan Buleleng siap menjadi tuan rumah, namun dari sisi kelayakan venue untuk event tingkat provinsi masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pembahasan bersama Komisi IV, KONI, Bappeda, serta Dinas Pendidikan untuk memastikan kesiapan anggaran. Menurutnya, percepatan penganggaran menjadi penting mengingat keterbatasan waktu menuju pelaksanaan kegiatan.
“Dari kebutuhan anggaran yang disampaikan, sekitar Rp20 miliar menjadi prioritas yang harus direalisasikan agar persiapan berjalan tepat waktu,” katanya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan dukungan anggaran dan peningkatan fasilitas, Buleleng diharapkan mampu menyelenggarakan event olahraga tingkat provinsi dengan baik serta mendorong peningkatan prestasi atlet ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....