KONI Buleleng Perkuat Pelatih Fisik, Bidik Prestasi Porprov Bali 2027
- 16 Apr 2026 10:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar pelatihan pelatih fisik level 2 nasional yang berlangsung selama enam hari, mulai 16 hingga 21 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor KONI Buleleng dan diikuti sebanyak 60 pelatih dari puluhan pengurus kabupaten (pengkab) cabang olahraga.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama KONI Buleleng dengan Lembaga Pendidikan Pelatih Olahraga (LANKOR). Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pelatih, khususnya dalam menghadapi target peningkatan prestasi pada ajang Porprov Bali 2027.
Wakil Ketua II KONI Buleleng, I Ketut Iwan Swadesi, menjelaskan bahwa pelatihan level 2 ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pelatih dalam menyusun program latihan berbasis performa tinggi.
“Pelatihan ini bukan lagi tingkat dasar, tetapi sudah masuk pada high performance. Kami ingin pelatih mampu meningkatkan kondisi fisik dan mental atlet agar prestasi bisa meningkat, khususnya dalam meraih medali emas di Porprov 2027,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini dibagi dalam dua sesi dengan masing-masing kelas diikuti 30 pelatih. Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan pelatih yang telah memiliki lisensi level 1 nasional.
Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis agar pelatih Buleleng memiliki lisensi yang memadai untuk mendampingi atlet pada ajang nasional.
“Sering terjadi atlet lolos ke tingkat nasional, tetapi pelatihnya tidak bisa mendampingi karena belum memiliki lisensi. Ini yang ingin kita atasi melalui pelatihan level 2 ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Indonesian Conditioning Coaches Association (ICCA), Prof. Dr. Devi Tirtawirya, menjelaskan materi pelatihan mencakup metodologi latihan, analisis performa, kekuatan tingkat lanjut, hingga biomekanika.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait penyusunan program latihan periodisasi, mulai dari fase umum, khusus, pra kompetisi, hingga kompetisi.
“Fokus utama di level ini adalah bagaimana pelatih mampu menyusun program latihan yang tepat, termasuk pengaturan intensitas dan volume latihan agar tidak terjadi penurunan performa saat pertandingan,” katanya.
Ia menilai salah satu faktor yang memengaruhi penurunan perolehan medali emas dapat terjadi pada fase tapering atau masa penurunan beban latihan menjelang pertandingan.
“Sering kali pelatih kurang tepat dalam mengatur fase tapering, sehingga kondisi atlet tidak optimal saat bertanding. Ini yang perlu diperbaiki melalui pelatihan seperti ini,” katanya.
Melalui pelatihan ini, pihaknya berharap para pelatih mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam membina atlet. Dengan demikian, target peningkatan prestasi, khususnya pada Porprov Bali 2027, dapat tercapai secara maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....