Wirottama Cup Boxing X Street Fighter Salurkan Energi Pemuda Bali

  • 28 Mar 2026 18:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Aktivitas perkelahian di jalanan mulai diarahkan ke ruang yang lebih terukur. Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan sebutan “kota petarung” kini memiliki wadah resmi untuk menyalurkan energi dan minat bertarung kalangan muda. Kegiatan tersebut dikemas dalam ajang olahraga bertajuk Boxing X Street Fighter.

Event ini digelar oleh Batalion Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW) dalam rangka HUT ke-61 satuan tersebut dan HUT ke-422 Kota Singaraja. Kegiatan berlangsung di GOR Bhuwana Patra Singaraja dengan tajuk Wirottama Cup dan total hadiah mencapai Rp100 juta. Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Yonif Raider 900/SBW, Buleleng Gym Club (BGC), serta Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra hadir membuka kegiatan bersama Wakil Bupati Gede Supriatna. Turut hadir Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman serta Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan terhadap kegiatan yang diarahkan untuk pembinaan generasi muda.

Boxing X Street Fighter Wirottama Cup Sesion II dibuka langsung oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dengan simbolis pemukulan lonceng. (Foto: RRI/ Sukasah Brata Winangun)

Komandan Yonif Raider 900/SBW, Letkol Inf Ari Murwanto, mengatakan konsep kegiatan dirancang berbeda dari turnamen pada umumnya. Sistem pertandingan menggunakan format satu kali tanding atau match, dengan hadiah langsung diberikan kepada pemenang di setiap laga. Skema ini dinilai lebih sederhana dan memberikan kepastian bagi peserta.

"Konsepnya kita menghadirkan maksimal 200 peserta dari seluruh Bali. Sekali tanding, yang menang langsung mendapatkan satu juta rupiah. Materinya ada boxing (tinju) dan street fighter," ujar Letkol Inf Ari Murwanto, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menjelaskan, total terdapat 100 pasangan atlet yang bertanding selama dua hari pelaksanaan. Sebanyak 50 pasangan tampil pada hari pertama, sementara 50 pasangan lainnya dijadwalkan bertanding di hari berikutnya. Seluruh pertandingan dikemas dalam aturan yang jelas dan diawasi secara ketat.

Menurut Letkol Ari Murwanto, kegiatan ini bertujuan menyediakan ruang positif bagi anak muda di Buleleng. Ia menilai, karakter petarung yang selama ini muncul di jalanan perlu diarahkan ke jalur yang lebih terorganisir dan aman. Dengan demikian, potensi konflik di ruang publik dapat diminimalkan.

"Buleleng ini kan 'Kota Petarung'. Kami ingin meredam agresivitas di jalanan dengan menyediakan event untuk mengakomodasi dan menyalurkan bakat mereka. Jangan sampai mereka bertarung di jalanan," tegasnya.

Selain menjadi ajang penyaluran minat dan prestasi, kegiatan ini juga membawa misi sosial. Seluruh hasil penyelenggaraan akan digunakan untuk kegiatan kemanusiaan yang telah direncanakan oleh panitia. Program tersebut mencakup bantuan sosial hingga rencana bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Dari awal kita berangkat, semuanya untuk sosial. Jadi, apa pun yang kita hasilkan di sini, 100 persen untuk bakti sosial, mulai dari bantuan sosial hingga rencana program bedah rumah," tambah Ari.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Jumlah pendaftar bahkan melampaui kuota yang telah ditetapkan panitia. Kondisi ini menjadi pertimbangan untuk menjadikan ajang tersebut sebagai agenda tahunan di Kota Singaraja.

"Antusiasme masyarakat dan sponsor sangat luar biasa. Ke depan, kami harap proses evaluasi akan membuat event ini menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang," tandasnya.

Dengan konsep yang terukur dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi alternatif pembinaan yang berkelanjutan. Penyaluran minat melalui jalur resmi dinilai dapat mengurangi potensi konflik sekaligus membuka ruang prestasi bagi generasi muda di Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....