Wirottama Cup II Hadirkan Boxing dan Street Fighter di Buleleng

  • 26 Mar 2026 09:56 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Event olahraga tarung bertajuk Boxing X Street Fighter Wirottama Cup Season II siap digelar di GOR Bhuana Patra, Singaraja, pada 27–29 Maret 2026. Kegiatan ini memadukan pertandingan tinju dan street fighter dalam satu panggung kompetisi. Selain menjadi ajang adu kemampuan, event ini juga diharapkan menjadi wadah positif bagi generasi muda.

Panitia mencatat antusiasme peserta cukup tinggi dengan total sekitar 190 orang yang telah mendaftar. Peserta tidak hanya berasal dari Buleleng, tetapi juga dari sejumlah kabupaten lain di Bali seperti Bangli, Karangasem, Badung, Jembrana, dan Denpasar. Tingginya minat ini menunjukkan bahwa olahraga tarung memiliki daya tarik tersendiri di kalangan anak muda.

Tim teknis memastikan kesiapan penyelenggaraan sudah hampir rampung menjelang pelaksanaan. Putu Wardika selaku tim teknis menyebut persiapan telah mencapai sekitar 90 persen. “Untuk persiapan sudah sekitar 90 persen, tinggal penyiapan ring dan teknis di venue yang akan kami tuntaskan satu hari sebelum pelaksanaan,” ujarnya pada Kamis, 26 Maret 2026.

Putu Wardika, Boxing X Street Fighter Wirottama Cup. (Foto: RRI/ Sukasah Brata Winangun)

Ia menjelaskan, sistem pertandingan dibagi menjadi dua kategori, yakni boxing dan street fighter. Khusus untuk boxing, pertandingan akan mengikuti aturan tinju amatir dengan tiga ronde, masing-masing berdurasi tiga menit dan jeda satu menit. “Kami tetap menggunakan aturan tinju, tiga ronde, satu ronde tiga menit dengan istirahat satu menit,” jelasnya.

Lebih lanjut, sistem pertandingan yang diterapkan bersifat single event dengan skema gugur. Setiap peserta akan langsung bertanding untuk menentukan pemenang dalam satu kesempatan. “Konsepnya satu lawan satu, langsung gugur, jadi kita mencari pemenang di setiap pasangan,” tambahnya.

Dari sisi kategori, panitia menggunakan pembagian berdasarkan berat badan, mulai dari kelas 54 kilogram hingga di atas 100 kilogram. Sistem ini dipilih untuk memudahkan pengelompokan peserta yang jumlahnya cukup banyak. Selain itu, pertandingan ini diperuntukkan bagi atlet amatir, sehingga tidak menggunakan klasifikasi profesional.

Ketua Panitia, Ketut Suartama, mengatakan seluruh proses pendaftaran telah ditutup dan pasangan pertandingan sudah ditentukan melalui drawing. Saat ini panitia fokus pada pemasangan ring serta penyiapan perlengkapan pendukung. “Pendaftaran sudah kami tutup, drawing sudah dilakukan, sekarang kami fokus pada persiapan teknis di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan event tahun ini dibuat selama dua hari untuk mengakomodasi jumlah peserta yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan perdana, event hanya berlangsung satu hari dan langsung membludak peminat. “Sekarang kami buat dua hari agar lebih banyak peserta bisa terakomodasi,” katanya.

Event ini juga membuka kesempatan bagi peserta usia di bawah 17 tahun dengan syarat membawa izin orang tua. Kebijakan tersebut diambil untuk memberi ruang pembinaan bagi atlet muda sejak dini. Panitia menilai langkah ini penting untuk mencetak atlet potensial ke depan.

Selain sebagai ajang kompetisi, Wirottama Cup juga membawa misi sosial. Seluruh hasil kegiatan direncanakan akan digunakan untuk kegiatan bakti sosial di Buleleng. “Kami ingin mewadahi anak muda agar energi mereka tersalurkan di ring, bukan di jalan. Selain itu, hasil event ini akan kami gunakan untuk kegiatan sosial, seperti bedah rumah jika memungkinkan,” ujar Suartama.

Dengan total hadiah mencapai Rp100 juta, event ini diharapkan mampu menjadi agenda tahunan di Buleleng. Panitia juga berharap kegiatan ini dapat mendorong lahirnya atlet-atlet baru yang berprestasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, ajang ini sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai daerah dengan potensi besar di cabang olahraga tarung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....