Kejuaraan Singaraja Combat Sport, Wadahi Bakat Petarung Buleleng
- 09 Nov 2025 08:18 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Sebanyak 140 orang petarung dari berbagai jenjang usia mengikuti Kejuaraan Singaraja Combat Sport yang digelar di Aula SMK Negeri 3 Singaraja, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang perdana yang mewadahi bakat para petarung muda Buleleng agar memiliki sarana positif untuk menyalurkan kemampuan dan semangat bela diri mereka.
Ketua Panitia Gede Eka Putra Suwardhana mengatakan, tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan ini adalah untuk memberikan ruang bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang bela diri, sekaligus mencegah terjadinya perkelahian di lingkungan masyarakat maupun sekolah.
“Tujuan dari kejuaraan Singaraja Combat Sport ini adalah mewadahi para petarung muda Buleleng yang belum memiliki tempat untuk menyalurkan bakat, emosi, dan jiwanya. Selama ini sering terjadi perkelahian di sekolah atau di jalan, sehingga muncul sebutan ‘Singaraja Kota Petarung’. Kami ingin mengubah stigma itu menjadi hal positif,” ujarnya.

Pelaksanaan Kejuaraan Singaraja Combat Sport yang digelar di Aula SMK Negeri 3 Singaraja, Minggu (9/11/2025) (Foto: RRI/Sukma Sumampan)
Kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini diikuti oleh peserta dari tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum, dengan total 70 bagan pertandingan. Antusiasme peserta begitu tinggi, bahkan panitia harus membatasi jumlah peserta karena keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya berlangsung satu hari.
“Event ini baru pertama kali diselenggarakan, dan pesertanya sudah ratusan. Kalau dibuka tiga hari, bisa lebih dari 500 fighter yang mendaftar. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para atlet muda,” jelasnya.
Menurut Gede Eka, potensi petarung-petarung muda di Buleleng sangat besar. Namun, minimnya fasilitas latihan dan kurangnya event bela diri membuat mereka belum memiliki wadah yang memadai untuk berkembang.
“Potensi fighter di Buleleng ini besar sekali, tapi sayangnya masih kurang fasilitas dan event. Akibatnya banyak anak muda yang menyalurkan energinya di tempat yang salah,” ucapnya.
Dalam kejuaraan ini, terdapat dua kategori utama yang dipertandingkan, yaitu Punch Striking dan Kick Striking. Pada kategori punch striking, petarung hanya diperbolehkan menggunakan tangan untuk serangan, sementara kategori kick striking diperbolehkan menggunakan tangan dan kaki dengan sasaran di atas pinggang.
Ke depan, dirinya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta agar menjadi agenda tahunan yang konsisten dan mampu mencetak atlet bela diri berprestasi dari Buleleng.
“Kalau event ini mendapat dukungan sponsor dari pemerintah dan swasta, kami akan terus lanjutkan. Supaya generasi muda Buleleng punya tempat untuk menyalurkan minat dan bakatnya di olahraga bela diri,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....