Peristiwa Rengasdengklok Jelang Kemerdekaan, Begini Sejarahnya

  • 17 Agt 2024 06:40 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Sehari sebelum Indonesia merdeka, yakni tanggal 16 Agustus juga merupakan salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia. Hal itu dikarenakan pada tanggal itu, terjadi peristiwa penting yang dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.

Lantas bagaimana alur peristiwa yang menjadi cikal bakal proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia? Berikut informasi selengkapnya.

Seperti dilansir dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas IX, peristiwa Rengasdengklok dilatarbelakangi kabar kekalahan Jepang atas Sekutu pada 14 Agustus 1945. Berita tersebut diketahui oleh beberapa tokoh pemuda, utamanya Sutan Syahrir.

Selanjutnya Syahrir serta beberapa tokoh pemuda langsung menemui Mohammad Hatta. Hatta yang saat itu baru tiba dari Dalat, Vietnam bersama Syahrir serta beberapa pemuda lantas menemui Soekarno di rumahnya.

Syahrir pun menyarankan kepada Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, usulan Syahrir itu tidak disetujui oleh Soekarno-Hatta.

Soekarno-Hatta berpendapat bahwa pelaksanaan proklamasi Indonesia wajib melalui PPKI sesuai dengan prosedur maklumat Jepang, tanggal 24 Agustus 1945. Mereka beralasan meskipun Jepang telah kalah, tetapi kekuatan militer di Indonesia harus diperhitungkan demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Adanya perbedaan pendapat itu lantas membuat golongan pemuda menculik Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke sebuah wilayah di Karawang, Jawa Barat, bernama Rengasdengklok. Disanalah, golongan muda meyakinkan Soekarno dan Hatta jika Jepang benar-benar sudah menyerah dan mencoba membujuk keduanya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Namun, kedua tokoh golongan tua tersebut masih mempunyai wibawa yang cukup besar. Soekarno-Hatta tetap pada pendiriannya untuk tidak melaksanakan proklamasi kemerdekaan sebelum ada pernyataan resmi dari pihak Jepang tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu.

Disamping itu, kemerdekaan tetap harus dimusyawarahkan dahulu dalam sidang PPKI. Di tengah suasana itu, Ahmad Soebardjo datang beserta sekretaris pribadinya, Sudiro pada pukul 17.30 WIB.

Ahmad Soebardjo memberitahukan kebenaran menyerahnya Jepang kepada Sekutu. Mendengar kabar itu, Soekarno-Hatta akhirnya bersedia memproklamasikan kemerdekaan RI di Jakarta.

Ahmad Soebardjo memberikan jaminan dengan nyawanya sendiri bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan esok hari selambat lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan yang meyakinkan tersebut, Syudanco Subeno bersedia melepaskan Soekarno-Hatta.

Peristiwa itulah yang kemudian dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa itupun hingga kini diperingati tanggal 16 Agustus tiap tahunnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....