Peristiwa Rengasdengklok, Awal Perjalanan Kemerdekaan Indonesia

  • 16 Agt 2024 09:11 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Setiap tahun, pada tanggal 16 Agustus diperingati sebagai Hari Peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa iti merupakan awal perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan situs Universitas Muhammadiyah, waktu itu, usai mendengar kabar bahwa Jepang menyerah kepada sekutu dalam Perang Asia Timur Raya, maka Soetan Sjahrir bergegas menemui Soekarna dan Moh Hatta. Golongan muda dan Sjahrir mendesak Soekarno dan Moh Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Tetapi, Soekarno dan Moh Hatta masih belum yakin dengan janji kemerdekaan dari Jepang. Mereka juga ingin membahasnya dahulu dalam rapat PPKI pada 16 Agustus 1945.

Pada 15 Agustus 1945 malam, golongan muda mengadakan rapat di Pegangsaan Timur, Jakarta. Mereka meyakini jika rakyat Indonesia berhak atas kemerdekaannya tanpa bergantung pihak lain, termasuk Jepang.

Golongan muda tersebut selajutnya menculik Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok, Karawang pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB. Di sana, mereka didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno, Moh Hatta, dan Achmad Subardjo bersama golongan muda akhirnya membuahkan hasil. Soekarno dan Moh Hatta setuju untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Mereka kembali ke Jakarta untuk merumuskan teks proklamasi. Perumusan teks itu dilakukan di ruang makan rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Teks proklamasi disusun oleh Soekarno, Moh Hatta, Achmad Soebardjo. Teks proklamasi kemudian ditulis tangan oleh Soekarno, dibantu Moh Hatta.

Menjelang pukul 10.30 WIB, para pemuda berbaris dengan tertib untuk mengikuti upacara proklamasi di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Soekarno selanjutnya membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan pidato singkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....