Mengenal dr. Soetomo, Sang Pahlawan Hari Kebangkitan Nasional

  • 20 Mei 2024 07:42 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Dokter Soetomo adalah salah satu sosok penting dibalik peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingatu tanggal 20 Mei tiap tahunnya di Indonesia. Lantas siapakan sosok dr. Soetomo, Sang Pahlawan Harkitnas? Berikut informasi selengkapnya yang dilansir dari beberapa sumber.

Soetomo adalah sosok pendiri organisasi Budi Utomo, yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia. Berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 kemudian dijadikan sebagai peringatan hari kebangkitan nasional.

Pasalnya Budi Utomo menjadi landasan berdirinya sejumlah organisasi bahkan partai politik yang menentang penindasan Belanda pada masa itu. Organisasi tersebut juga menumbuhkan semangat para rakyat pribumi untuk membebaskan diri dari penjajah.

Dokter Soetomo, memiliki nama asli Soebroto, lahir di desa Ngepeh, Trenggalek, Jawa Timur pada 30 Juli 1888. Dia lahir dari keluarga priayi, Sang ayah adalah Raden Suwaji yang merupakan pegawai pangreh berpikiran modern.

Soetomo menempuh pendidikan di Sekolah Rendah Bumiputera di Maospati Madiun. Kemudian dia melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS), di Bangil, Jawa Timur.

Diketahui Soetomo mengubah namanya agar dapat memasuki sekolah tersebut. Setelah menyelesaikan sekolah di ELS, Soetomo mengenyam pendidikan kedokteran di STOVIA, Batavia.

Disinilah Soetomo aktif dalam menjelaskan gagasan untuk kemerdekaan bersama dengan para pelajar STOVIA lainnya. Ketika masih bersekolah di STOVIA, Soetomo bertemu dengan alumni STOVIA, yakni Dokter Wahidin Sudirohusodo yang kala itu sedang berkunjung ke sekolahnya.

Dari pertemuan keduanya, Dr Wahidin Sudirohusodo mengemukakan gagasan untuk mendirikan sebuah organisasi sebagai wadah demi mengangkat derajat rakyat pribumi. Gagasan dari Dokter Wahidin tersebut kemudian dipikirkan matang-matang oleh Soetomo dan mahasiswa STOVIA lainnya, seperti Gunawan Mangunkusumo dan Soeradji Tirtonegoro.

Setelah berpikir dengan matang, mereka kemudian mengadakan pertemuan di Ruang Anatomi STOVIA dan memutuskan untuk mendirikan organisasi. Organisasi itu adalah Budi Utomo, yang didirikan pada 20 Mei 1908.

Budi Utomo merupakan organisasi modem pertama di Indonesia. Pasalnya tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk menuju kemerdekaan Indonesia dan kesejahteraan bangsa yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Perjuangan Dr Soetomo untuk Rakyat
Soetomo menyelesaikan pendidikannya di STOVIA pada 1911 dan resmi menjadi dokter. Dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga medis, Soetomo bertugas ke berbagai daerah, mulai dari Semarang, lalu pindah ke Tuban, Lubuk Pakam, Sumatera Utara, dan Malang.

Setelah menikah dengan seorang perawat Belanda, Soetomo kembali melanjutkan pendidikannya ke Belanda pada 1919 dan bergabung dengan Indische Vereeniging, yang kemudian berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia pada 1925. Sepulangnya ke Tanah Air, Soetomo bekerja sebagai dosen di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), Surabaya.

Pada 1924, dia mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) yang bertujuan untuk mempelajari dan memperhatikan kebutuhan rakyat. Namun pada 1930 organisasi tersebut berganti nama menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI), yang tujunnya membantu memperjuangkan hak-hak rakyat.

Karena pada masa itu banyak muncul partai politik, maka Soetomo mendirikan Partai Indonesia Raya (Parindra) pada 1935. Parindra merupakan gabungan dari dua organisasi, yaitu Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) dan Budi Utomo.

Partai ini menjadi wadah untuk mengumpulkan suara rakyat dari berbagai daerah. Selain aktif di bidang politik, pendidikan, budaya dan kedokteran, Dr Soetomo juga aktif di bidang kewartawanan dan pernah memimpin beberapa surat kabar.

Meski perjuangannya besar bagi bangsa ini, sayangnya Dr Soetomo tidak sempat menyaksikan kemerdekaan Indonesia. Soetomo meninggal dunia dalam usia 50 tahun pada 30 Mei 1938 dan dimakamkan di Bubutan, Surabaya. Atas jasa-jasanya dalam kebangkitan nasional bangsa, Dr Soetomo diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 27 Desember 1961.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....