Peringatan 23 Juli: Hari Anak Nasional

  • 23 Jul 2026 06:37 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli sebagai momentum penting bagi bangsa untuk merefleksikan komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak Indonesia.
  • Gagasan peringatan hari anak di Indonesia berawal dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada tahun 1952 di era awal kemerdekaan.
  • Pemerintah Indonesia menetapkan secara resmi tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 44 Tahun 1984 setelah mengalami beberapa perubahan tanggal.

RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen bangsa dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak Indonesia.

Ide tentang peringatan hari anak di Indonesia berawal sejak era awal kemerdekaan melalui Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada tahun 1952. Setelah mengalami beberapa perubahan tanggal, pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 44 Tahun 1984.

Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang menjadi tonggak hukum penting dalam perlindungan hak anak di tanah air. Peringatan ini sekaligus menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Lebih dari sekadar perayaan seremonial, Hari Anak Nasional memiliki makna mendalam yang meliputi beberapa aspek utama:

  • Pengakuan Hak Anak: Memastikan anak-anak mendapatkan hak dasarnya, seperti hak atas pendidikan yang layak, perlindungan, dan layanan kesehatan.
  • Perlindungan dari Kekerasan: Mendorong lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang aman agar anak terhindar dari perundungan, eksploitasi, dan kekerasan.
  • Persiapan Generasi Emas: Menjadikan anak sebagai investasi terbaik bangsa dengan memberikan ruang partisipasi dan pengembangan bakat menuju Indonesia Emas.

Anak-anak bukanlah sekadar objek perlindungan, melainkan subjek penting dan penentu arah bangsa di masa depan. Momentum Hari Anak Nasional harus dimanfaatkan oleh pemerintah, orang tua, dan tenaga pendidik untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang ramah anak, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Dengan memberikan pendidikan yang berkualitas serta kasih sayang yang cukup, kita sedang membangun fondasi bangsa yang kuat dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....