BMKG Peringatkan El Nino, Kemarau Ekstrem Diprediksi Hingga Oktober
- 05 Jul 2026 11:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi musim kemarau ekstrem akibat penguatan fenomena El Nino. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 sekitar 37,6 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sementara itu, sebanyak 47,16 persen wilayah tercatat mengalami curah hujan di bawah normal.
"Lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan di bawah normal pada periode Juli hingga Oktober 2026, dengan puncak musim kemarau berlangsung antara Juli hingga September," ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.
BMKG menjelaskan penguatan El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dapat memicu kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta mengganggu sektor pertanian apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan penyesuaian sesuai kondisi wilayah masing-masing. Sektor pertanian juga didorong menyesuaikan jadwal tanam, menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, serta melakukan diversifikasi tanaman.
"BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan iklim secara berkala setiap 10 hari sekali sebagai dasar pengambilan langkah antisipasi di berbagai sektor," kata Ardhasena.
BMKG berharap seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Upaya mitigasi sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, ketersediaan air, serta ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....