Hari Kebangkitan Nasional, Simak Latar Belakang Peringatannya

  • 20 Mei 2026 10:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 20 Mei setiap tahunnya rakyat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Harkitnas merupakan hari bersejarah untuk mengenang kembali bangkitnya bangsa Indonesia dan upaya mencapai kemerdekaan.

Harkitnas bermula dari situasi politik sosial yang ada di Hindia Belanda pada zaman dahulu. Sejak 17 September 1901, pemerintahan Belanda menerapkan politik etis di Indonesia.

Penerapan politik etis itu terjadi karena kebijakan tanam paksa yang dikeluarkan oleh Johannes van den Bosch, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1901. Kebijakan tersebut dibuat untuk mengisi kembali kas Belanda yang habis setelah Perang Diponegoro (1825-1830) serta Revolusi Belgia (1830).

Para petani Indonesia dipaksa untuk menanam tanaman yang mempunyai komoditas ekspor tinggi seperti teh, tembakau, kopi, dan tebu. Petani diwajibkan menggunakan seperlima tanahnya untuk menanam tanaman tersebut.

Apabila hal itu tidak dilakukan maka mereka diwajibkan untuk bekerja di perkebunan pemerintahan selama 66 hari. Penerapan politik etis ini lantas memunculkan kesadaran di benak rakyat Indonesia yang terpelajar untuk memulai berbangsa dan bernegara.

Hal itu membuat organisasi pergerakan berbentuk kooperatif dan radikal mulai bermunculan. Salah satu organisasi yang muncul adalah Budi Utomo (BU) yang digagas oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo.

Dia membuat BU untuk membantu membiayai pendidikan para pemuda Indonesia yang pandai tetapi memiliki halangan biaya. Pada tahun 1907, Dr. Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Jawa untuk mewujudkan gagasannya.

Beruntung ide itu mendapat tanggapan positif dari para siswa STOVIA. Siswa STOVIA dan Dr. Wahidin Soedirohoesodo selanjutnya mengadakan pertemuan untuk mendirikan BU.

Pertemuan tersebut berlangsung pada 20 Mei 1908. Dari hasil pertemuan, Budi Utomo didirikan dengan Soetomo sebagai ketuanya.

Karena tidak mengambil jalur radikal dan politik untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, Budi Utomo diperbolehkan untuk berdiri oleh pemerintah Belanda. Namun sayang, karena memakai jalur damai, sebagian anggota BU memilih untuk keluar dan bergabung dengan organisasi radikal.

Walau begitu, tak dapat dipungkiri besarnya pengaruh Budi Utomo untuk kemerdekaan dan kebangkitan Indonesia. Melalui bantuan pendidikan, rakyat Indonesia menjadi lebih pintar dan pandai sehingga pada akhirnya mampu merdeka dari kekangan penjajah.

Besarnya pengaruh Budi Utomo pada Indonesia membuat pemerintahan Indonesia mengakui pengaruh organisasi tersebut. Peran penting dari BU lantas menjadi dasar bagi pemerintah untuk melahirkan Hari Kebangkitan Nasional.

Penetapan Hari Kebangkitan Nasional kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam Keppres itu, pemerintah menginginkan Harkitnas dirayakan setiap 20 Mei untuk menanamkan kesadaran masyarakat akan nilai sejarah perjuangan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....