Viral: Indri Wahyuni, Juri Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar
- 12 Mei 2026 09:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Berbagai media sosial tengah panas memperbincangkan sosok Indri Wahyuni. Dia kini tengah menjadi pusat perhatian netizen usai cuplikan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) viral.
Video tersebut bahkan memicu perdebatan sengit terkait objektivitas penilaian juri. Ya, Indri Wahyuni yang duduk di kursi dewan juri mendapat kritik tajam netizen karena pembelaannya terhadap keputusan juri dengan dalih artikulasi.
Keputusan juri itupun dinilai merugikan peserta secara tidak adil. Diketahui peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Pontianak. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan krusial tentang pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai Pasal 23F UUD 1945.
Walau jawaban yang diberikan sudah tepat secara hukum tetapi juri malah memberikan nilai minus lima (-5). Hal itu dikarenakan juri mengaku tak mendengar kata Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Baca Juga: Intip Profil Indri Wahyuni, Juri LCC Empat Pilar MPR RI yang Viral https://rri.co.id/singaraja/nasional/2408258/intip-profil-indri-wahyuni-juri-lcc-empat-pilar-mpr-ri-yang-viral?nocache=true
Ketegangan lantas memuncak ketika pertanyaan sama diberikan kepada Regu B (SMAN 1 Sambas). Dengan jawaban identik secara substansi, juri malah memberikan poin penuh 10.
Bukannya mengakomodasi protes peserta yang merasa dirugikan, Indri Wahyuni selaku juri malah memberikan jawaban dengan nada yang dinilai tidak pantas. Dia menegaskan bahwa artikulasi adalah tanggung jawab peserta, dan juri berhak memotong poin jika tidak mendengar suara dengan jelas.
Merujuk data resmi laman MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Sebagai pejabat yang membidangi sosialisasi, Indri sejatinya adalah sosok yang paling sering bersentuhan dengan program pemasyarakatan ideologi bangsa ke berbagai penjuru tanah air.
Sampai berita ini diturunkan, gelombang protes di media sosial masih terus mengalir. Netizen mendesak agar MPR RI memberikan keadilan bagi SMAN 1 Pontianak yang dianggap kehilangan kemenangan karena penilaian yang subjektif dan teknis pendengaran juri yang bermasalah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....