Intip Sejarah Adanya Peringatan Hari Film Nasional di Indonesia

  • 30 Mar 2026 10:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Indonesia memperingati Hari Film Nasional (HFN) setiap tahun pada tanggal 30 Maret. Peringatan ini adalah bentuk penghormatan terhadap para insan film yang telah berkontribusi membangun industri sinema nasional.

Berdasarkan situs Badan Perfilman Indonesia (BPI), HFN adalah ajang apresiasi bagi seluruh pelaku film sekaligus perayaan atas karya-karya yang telah dihasilkan. Peringatan ini merupakan pengingat akan proses panjang perfilman Indonesia yang terus berkembang dari masa ke masa dengan beragam dinamika.

Tahun 2026 ini, peringatan Hari Film Nasional memasuki usia 76 tahun sejak tonggak awal perfilman nasional modern. Adapun peringatannya disahkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999.

Penetapan itu bertujuan untuk menghargai perjalanan panjang industri film Indonesia sekaligus mengenang jasa para pelaku perfilman yang telah berkontribusi dalam memajukan sinema Tanah Air. Dipilihnya tanggal 30 Maret bukan tanpa alasan.

Tanggal itu merujuk pada momen bersejarah pada tahun 1950. Saat itu film panjang pertama Indonesia berjudul Darah dan Doa diproduksi.

Film disutradarai oleh Usmar Ismail yang kemudian dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia. Karya ini menjadi simbol kebangkitan perfilman nasional karena diproduksi sepenuhnya oleh sineas Indonesia.

Sejak saat itu, Hari Film Nasional tak hanya menjadi ajang peringatan. Namun juga momentum untuk merayakan karya-karya film Indonesia serta mendorong perkembangan industri kreatif di bidang perfilman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....