Menilik Sejarah Peringatan Hari Bandung Lautan Api

  • 24 Mar 2026 13:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 24 Maret setiap tahunnya di Indonesia diperingati sebagai Hari Bandung Lautan Api. Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan akan perjuangan rakyat Bandung dalam melawan kolonial Belanda pada masa itu.

Berdasarkan Buku Sejarah Indonesia Kelas XI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, usai Indonesia merdeka pada tanggal 17 Oktober 1945 pasukan Sekutu datang ke Bandung. Bersama NICA, mereka melakukan beragam tindakan yang memicu perlawanan rakyat, hal itu menyebabkan sejumlah pertempuran pecah.

Situasi kian memanas saat pihak sekutu mengeluarkan ultimatum pada tanggal 21 November 1945. Mereka menuntut para pejuang untuk menyerahkan senjata dan mengosongkan wilayah Bandung Utara.

Namun tuntutan itu ditolak serta perlawanan tetap berlanjut. Pada tanggal 23 Maret 1946, Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan seluruh wilayah Bandung dan mundur sejauh 11 kilometer.

Demi menghindari korban lebih besar serta kerusakan yang makin luas, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengosongkan kota. Keesokan harinya pada tanggal 24 Maret 1946, warga Bandung mulai mengungsi dengan membawa barang seadanya.

Sebagian bertugas mengatur jalannya evakuasi, sementara yang lain menyelamatkan dokumen-dokumen penting. Pada malam hari para pejuang mengambil langkah drastis dengan membakar dan meledakkan sejumlah bangunan strategis agar tidak dimanfaatkan oleh pihak Sekutu.

Salah satu aksi heroik dilakukan oleh Muhammad Toha yang meledakkan gudang amunisi dan gugur dalam peristiwa itu. Menjelang tengah malam, hampir seluruh wilayah Bandung dilalap api sampai tampak seperti lautan api. Peristiwa bersejarah itulah yang lantas dikenal sebagai Bandung Lautan Api dan terus dikenang sampai saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....