Hari Lahir Nahdlatul Ulama Diperingati 31 Januari

  • 31 Jan 2026 17:06 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja- Tanggal 31 Januari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU). Merujuk situs resmi NU Online, NU didirikan oleh para ulama pesantren Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) pada 31 Januari 1926 Masehi, bersamaan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah.

Proses pendirian NU berlangsung di kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah di kawasan Kertopaten, Surabaya. Pembentukan organisasi Islam ini didasari oleh keprihatinan para ulama akan perkembangan keagamaan dan situasi politik pada kala itu.

Salah satu tujuan utama berdirinya NU yakni menjaga dan mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah dengan mazhab empat agar tetap lestari di tengah arus perubahan serta pengaruh asing. Pada awal abad ke-20, di Timur Tengah muncul berbagai paham pembaruan Islam yang mengusung slogan kembali langsung kepada Al-Qur'an dan hadits serta menolak taqlid kepada mazhab empat.

Di Arab Saudi, paham Wahabi kian menguat setelah didukung oleh penguasa saat itu. Sejak Ibnu Saud, Raja Najed, menaklukkan wilayah Hijaz (Makkah dan Madinah) pada 1924-1925, ajaran Wahabi menjadi sangat dominan di Tanah Suci. Akibatnya, kelompok Islam lain dilarang mengajarkan mazhabnya.

Mirisnya, tak sedikit ulama mengalami penindasan hingga kekerasan. Pengaruh paham itu juga sampai ke Nusantara, dengan munculnya kelompok-kelompok yang mengampanyekan penolakan terhadap tradisi keagamaan seperti tahlilan dan amalan lain yang selama ini dijalankan oleh umat Islam Ahlussunah wal Jamaah.

Kondisi itu lantas menimbulkan keresahan di kalangan ulama Aswaja di Nusantara. Mereka selanjutnya merencanakan pengiriman utusan ke Tanah Suci Mekkah untuk menemui penguasa Arab Saudi dengan tujuan meminta kebijakan yang lebih toleran terhadap praktik keagamaan yang beragam.

Rencana itu direalisasikan melalui pembentukan Komite Hijaz dalam sebuah pertemuan di kediaman KH Wahab Chasbullah pada 16 Rajab 1344 H atau 31 Januari 1926. Dari Komite Hijaz itulah lahir Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan. Selain motif menjaga ajaran Islam Aswaja, berdirinya NU juga dilandasi semangat nasionalisme yakni keinginan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan serta memperjuangkan kemandirian bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....