Dari Parenting VOC ke Pola Asuh Modern
- 31 Jan 2026 21:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Pada masa lalu, gaya pengasuhan anak dikenal keras dan otoriter, bahkan populer dengan sebutan parenting VOC. Pola asuh ini menempatkan orang tua sebagai pemegang otoritas penuh, sementara anak dituntut patuh tanpa banyak ruang bertanya.
Pendekatan tersebut mengedepankan disiplin melalui hukuman dan perintah langsung. Anak dianggap belum memiliki kemampuan memahami alasan, sehingga kepatuhan dinilai lebih penting daripada penjelasan.
Meski terkesan keras, parenting VOC tidak sepenuhnya lahir dari niat buruk. Orang tua saat itu berupaya membentuk karakter anak agar tangguh, disiplin, dan siap menghadapi kerasnya kehidupan.
Namun seiring perkembangan ilmu psikologi dan pendidikan, pola asuh ini mulai dipertanyakan. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan otoriter berpotensi menekan ekspresi emosi anak dan memengaruhi kesehatan mentalnya.
Sebagai respons, muncul berbagai pendekatan modern parenting yang lebih komunikatif. Pola asuh ini menempatkan anak sebagai individu yang perlu dipahami, bukan sekadar diarahkan.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran cara pandang orang tua terhadap anak. Dari objek disiplin, anak kini diposisikan sebagai subjek yang memiliki perasaan, pendapat, dan kebutuhan psikologis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....