Perbedaan Sugihan Jawa dan Sugihan Bali
- 18 Apr 2025 07:41 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, keduanya merupakan rangkaian pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan. Rangkaian ini dimulai pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau yang lebih di kenal dengan Tumpek Wariga. Sugihan Jawa jatuh pada Wrespati atau Kamis Wage Wuku Sungsang sedangkan Sugihan Bali jatuh pada Jumat Kliwon Wuku Sungsang atau sehari setelah Sugihan Jawa.
Perbedaan Sugihan Jawa dan Sugihan Bali
Kedua sugihan ini memiliki makna sebagai wadah pembersihan, namun yang menjadi perbedaan terletak pada apa yang dibersihkan (disucikan). Jika dilihat lebih dan Sugihan Jawa lebih kepada pembersihan makrokosmos atau alam semesta seperti misalnya:
- Niskala : Pembersihan dengan jalan menghaturkan upacara banten pengerebuan dan prayassita sebagai lambang penyucian. Semua itu dihaturkan kepada Ida Batara, para leluhur dan para dewa yang berstana dimasing-masing pelinggih atau pura. Diyakini pada saat Sugihan Jawa ini, para dewa akan turun diiringi dengan para leluhur untuk menerima persembahyangan.
- Sekala : Membersihkan pelinggih atau tempat - tempat (Ngererata atau mabulung yakni pekerjaan merabas atau mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar pelinggih) Pelaksanaan Sugihan Jawa dan Sugihan Bali
Pada dasarnya, Sugihan Jawa dan sugihan Bali mempunyai makna yang sama, yakni sebagai wadah pembersihan. Hanya saja, yang membedakan keduanya adalah pada objek yang disucikan.
Sugihan Jawa merupakan penyucian makrokosmos atau alam semesta sebagai tempat berlangsungnya kehidupan. Sedangkan sugihan Bali merupakan penyucian dari mikrokosmos atau diri sendiri, sehingga pembersihan ini mengacu pada perbuatan-perbuatan buruk yang menodai jiwa. Itulah penjelasan tentang perbedaan tradisi sugihan Jawa dan sugihan Bali di Indonesia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan sugihan Jawa dan sugihan Bali adalah terletak pada objek yang disucikannya dan waktu pelaksanaannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....