Nyaya Dharsana: Cara Mencari Pengetahuan Menurut Hindu

  • 03 Mar 2025 06:23 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Menurut Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng, Gde Made Metera "Nyaya Darsana" merupakan dasar dan pengantar dari seluruh pengajaran filsafat Hindu. Nyaya Sutra yang digunakan sebagai sumber dari filsafat Nyaya ditulis oleh Rsi Gautama.

Nyaya merupakan alat utama untuk meyakini sesuatu dengan penyimpulan yang tak terbantahkan, yang dilalui dengan pengujian. Dengan berbagai argumentasi dan melewati berbagai perbantahan sehingga membentuk suatu keyakinan yang penuh.

Ada empat alat atau Catur Pramana, yaitu Pratyaksa, Anumana, Upamana, dan Sabdha, untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.

1. Pratyakasa Pramana (Pengamatan)

Pramana pertama adalah Pratyaksa. Pratyaksa adalah pengamatan. Menurut Nyaya, ada hubungan antara kita (manusia) dan segala sesuatu yang eksis sebagai sasaran.

2. Anumana Pramana (Penyimpulan)

Anumana adalah pramana yang cukup penting karena ini adalah penyimpulan. Konsep dasarnya adalah bahwa antara subjek yang mengamati dan objek yang diamati mesti terdapat sesuatu.

3. Upamana Pramana (Perbandingan)

Upamana adalah cara memperoleh pengetahuan dengan cara analogiatau perbandingan.

4. Sabda Pramana (Penyaksian)

Pramana yang terakhir adalah Sabdha atau kesaksian. Pengetahuan bisa didapatkan melalui kesaksian orang yang mumpunyai tentang sesuatu hal dan yang bisa dipercaya. Dalam hal ini, Weda adalah kesaksian yang bisa dipercaya kebenarannya. Dalam konsep Nyaya, seluruh perbuatan manusia di dunia menghasilkan buah dari perbuatan yaitu Adresta. Adresta berada dibawah pengawasan langsung dari Tuhan, dan sekaligus berperan pada nasib setiap individu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....