DeKakiang, Kedai Kopi a la Rumah Eyang
- 23 Nov 2022 08:18 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: DeKakiang adalah hasrat dan keinginan Ida Bagus Made Mahadi sejak dulu. Jauh sebelum dirinya memutuskan untuk menjadi bankir. Namun, meskipun telah meniti karir sebagai bankir, hasrat serta keinginannya untuk membuat suatu tempat nongkrong yang homey masih tetap ada dan terpupuk di dalam diri.
Selama 12 tahun, dari 2009 hingga 2021, Bagus masih terus memendam keinginannya untuk membuka tempat nongkrong sesuai dengan cita-citanya. Sampai akhirnya, ia berada di persimpangan jalan: antara melanjutkan karir sebagai bankir atau banting setir berwirausaha.
Lantas dirinya memutuskan untuk menyudahi karirnya sebagai bankir. Keluarga menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk banting setir dan mewujudkan mimpinya memiliki kedai kopi sendiri.
“Saya menemukan konsep membuat kedai kopi yang sederhana tapi tetap enak dan tidak menghilangkan esensi dari ngopi itu sendiri. Biji kopi saya giling sendiri lalu saya olah menjadi kopi,” tutur Bagus pada RRI Singaraja.
Metode yang digunakannya dalam proses pembuatan kopi di DeKakiang merupakan metode kopi saring. Metode klasik di mana biji kopi yang sudah digiling atau ditumbuk halus lalu ditempatkan di filter atau saringan.
Merawat Memori a la DeKakiang
Bagus mengaku bahwa nama kedai kopinya berasal dari memori masa kecil akan kakeknya. Sosok yang berjasa mengenalkan kopi padanya.
“Metode klasik yang saya gunakan menyatu dengan nama DeKakiang. Kakiang itu sendiri berarti kakek. Saya mengenal ngopi ini dari kakek,” jelas Bagus.
Meskipun keluarga memiliki pengaruh besar dalam pendirian DeKakiang, ia menerangkan bahwa metode pembuatan kopi di kedainya sama sekali tak terpengaruh dari cara keluarganya menyajikan kopi. Bagus mengaku banyak terinspirasi dari kedai kopi yang dia sambangi selama masih bekerja untuk Mandiri Taspen (Bank Sinar Harapan Bali) dulu.
Untuk biji kopi, dirinya mengaku mengambil biji kopi lokal yang berada di daerah sekitar Buleleng. Memakai biji kopi robusta dan arabika, ia mengambil biji kopi yang berasal dari Gunung Kutul yang lalu dikombinasikan dengan biji kopi hasil roasting salah satu roastery di Singaraja.
Ke depan, Bagus berencana untuk menambah variasi menu yang ada di DeKakiang demi mengakomodir kebutuhan para pengunjung akan makanan atau cemilan. Meskipun mengaku bakal menambah variasi menu yang ada, ia menegaskan bahwa DeKakiang tak akan mengubah metode pembuatan kopi yang telah mereka gunakan sejak awal berdiri.
“Kalau untuk mesin kopi, kami tidak (akan menggunakan itu). Kami akan mempertahankan konsep yang telah kami gunakan sejak awal. Konsep ruang sederhana, di mana DeKakiang tidak ‘mengintimidasi’ pelanggan yang datang berkunjung,” terangnya.
Menutup perbincangan di bawah langit sore Singaraja yang berkarat, Bagus berharap DeKakiang bisa terus konsisten dan tetap memberikan kesederhanaan sesuai dengan semangat yang diusung ketika kedai kopi ini didirikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....