Mengulik Riwayat Pempek: Dari Tangan Apek hingga Mendunia
- 06 Okt 2026 09:20 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pempek berasal dari Kesultanan Palembang sekitar abad ke-16 dan menyimpan cerita sejarah yang unik di balik populernya makanan ini.
- Awalnya pempek dikenal dengan nama 'kelesan', yaitu panganan adat yang dibuat dari daging ikan yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung kanji.
- Kelesan pada mulanya merupakan makanan rumahan biasa yang berkembang menjadi makanan populer dan dikenal luas di Indonesia.
RRI.CO.ID, Singaraja - Asal-usul pempek menyimpan cerita sejarah yang unik. Konon, makanan ini sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang sekitar abad ke-16.
Pada awalnya, pempek dikenal dengan nama 'kelesan' yaitu panganan adat yang berbahan dasar daging ikan yang dihaluskan dan dicampur tepung kanji. Kelesan awalnya merupakan makanan rumahan biasa.
Perubahan nama menjadi 'pempek terjadi ketika masyarakat keturunan Tionghoa mulai ikut memasarkan kuliner ini pada siklus abad ke-19. Mereka menjajakan kelesan dengan cara berjalan kaki dari kampung ke kampung.
Masyarakat Palembang yang ingin membeli biasanya memanggil penjualnya yang mayoritas adalah paman atau lelaki tua dalam bahasa Hokkien disebut Apek dengan seruan, "Pek, empek, mampir sini!" Dari kebiasaan memanggil "empek" itulah, kuliner ini akhirnya bertransformasi nama menjadi pempek hingga hari ini.
Kunci utama kelezatan pempek terletak pada kesegaran bahan utamanya. Secara tradisional, ikan belida adalahbahan baku utama pempek. Namun, karena keberadaannya yang kian langka dan dilindungi, para pembuat pempek kini beralih menggunakan ikan gabus atau ikan tenggiri yang menghasilkan tekstur kenyal serta aroma gurih yang pas.
Namun, pempek belum bisa dikatakan sempurna tanpa cuko. Bagi masyarakat Palembang, cuko adalah "jiwa" dari pempek itu sendiri. Cuko yang otentik dibuat dari perpaduan:
- Gula merah batok berkualitas tinggi (biasanya dikirim langsung dari Lubuklinggau) untuk warna gelap yang pekat dan rasa manis yang legit.
- Cabai rawit dan bawang putih yang diulek halus untuk sensasi pedas menyengat.
- Air asam jawa atau cuka makan untuk memberikan kesegaran asam yang seimbang.
Bagi wisatawan, pempek mungkin dinikmati dengan cara dipotong-potong, ditaruh di mangkuk, lalu disiram cuko. Namun, jika Anda ingin merasakan sensasi makan layaknya warga lokal Palembang, cobalah tradisi "ngocek cuko" atau menghirup cuko.
Masyarakat asli Palembang biasanya memegang pempek di tangan kanan dan memegang mangkuk kecil berisi cuko di tangan kiri. Setelah pempek digigit, mereka akan langsung menghirup kuah cuko tersebut langsung dari mangkuknya. Sensasi pedas-asam-manis yang hangat berpadu sempurna dengan gurihnya ikan di dalam mulut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....