Mengenal Simit, Roti Wijen Ikonik dari Turki

  • 05 Okt 2026 12:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Jika berkunjung ke Turki, khususnya Istanbul, salah satu kuliner jalanan yang mudah ditemui adalah simit. Roti berbentuk cincin ini sekilas mirip bagel, tetapi memiliki tekstur dan proses pembuatan yang berbeda.

Simit merupakan roti khas Turki yang bagian luarnya dilapisi biji wijen atau susam secara tebal. Bagian luarnya renyah dan berwarna keemasan, sementara bagian dalamnya cenderung lebih lembut dan ringan.

Adonan simit dibuat dari bahan sederhana, yakni tepung, air, ragi, dan garam. Sebelum dipanggang, adonan dicelupkan ke dalam campuran air dan pekmez, yaitu sirup atau molases yang umumnya berasal dari anggur atau buah.

Setelah itu, adonan digulingkan dalam biji wijen hingga seluruh permukaannya tertutup. Proses tersebut memberikan cita rasa sedikit manis, aroma khas, sekaligus warna keemasan pada simit.

Berbeda dengan bagel khas Amerika yang umumnya direbus sebelum dipanggang, simit tidak melalui proses perebusan. Karena itu, teksturnya lebih ringan dan garing, bukan kenyal dan padat seperti bagel.

Sudah Dikenal Sejak Era Ottoman

Simit memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner Turki. Roti ini telah dikenal sejak era Kesultanan Ottoman, dengan catatan keberadaannya setidaknya sejak sekitar abad ke-16.

Pada masa awal, simit dikenal dengan sebutan simid-i halka, yang merujuk pada roti berbentuk cincin.

Nama "simit" diyakini berasal dari bahasa Arab samīd, yang berkaitan dengan tepung halus atau semolina.

Popularitas simit kemudian menyebar ke berbagai wilayah bekas Kesultanan Ottoman, termasuk kawasan Balkan dan Timur Tengah. Di sejumlah daerah, makanan serupa dikenal dengan nama berbeda, seperti gevrek di Izmir dan koulouri di Yunani.

Teman Sarapan hingga Camilan

Simit biasanya disantap sebagai menu sarapan atau camilan. Cara paling sederhana adalah menikmatinya bersama teh Turki atau çay.

Simit juga kerap disajikan bersama keju putih, tomat, mentimun, dan zaitun. Bagi yang menyukai rasa lebih kaya, roti ini dapat dinikmati dengan mentega, keju, selai, atau madu.

Tidak jarang simit juga digunakan sebagai bahan sandwich sederhana.

Di jalan-jalan Turki, simit mudah ditemukan dari pedagang yang dikenal sebagai simitçi. Mereka menjajakan simit menggunakan nampan atau gerobak, bahkan sebagian pedagang tradisional membawa nampan di atas kepala.

Seruan "Taze simit!", yang berarti simit segar, menjadi salah satu suara khas yang dapat ditemui di kawasan perkotaan Turki.

Dengan harga yang relatif terjangkau, simit bukan sekadar makanan. Roti ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Turki.

Jika bagel identik dengan New York dan pretzel dengan Jerman, maka simit dapat disebut sebagai salah satu ikon kuliner jalanan yang paling melekat dengan Turki. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....