Jajan Bantal Alem: Kelezatan Ketan dan Kelapa dalam Simbol Keharmonisan Bali
- 15 Sep 2026 09:38 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Jajan Bantal Alem adalah varian kue tradisional Bali yang dibuat dari beras ketan, kelapa parut, dan gula, dibungkus dengan daun kelapa muda atau janur dan diikat menyerupai bantal kecil.
- Istilah 'alem' mengacu pada isian yang dipadukan dengan gula pasir atau gula merah dan kelapa parut yang memberikan cita rasa gurih-manis, berbeda dengan bantal polosan yang tidak memiliki isian.
- Kudapan ini umumnya diisi dengan potongan pisang (pisang rai atau pisang raja) serta kacang merah atau kacang tanah, dan memiliki peran penting dalam tradisi Bali sebagai pelengkap banten pada perayaan Galungan dan Kuningan.
RRI.CO.ID, Singaraja: Jajan Bantal Alem (sering disebut jaje bantal alem) adalah varian kue tradisional khas Bali berbahan dasar beras ketan, kelapa parut, dan gula yang dibungkus menggunakan daun kelapa muda atau janur lalu diikat hingga menyerupai bantal kecil.
Istilah alem merujuk pada isian atau adonan yang dipadukan dengan pemanis (gula pasir atau gula merah) dan kelapa parut kaya rasa gurih-manis, berbeda dengan bantal polosan tanpa isian. Kudapan ini umumnya diisi dengan potongan pisang (seperti pisang rai atau pisang raja) serta campuran kacang merah atau kacang tanah. Dalam tradisi Bali, jajan bantal menjadi sarana pelawa atau pelengkap banten pada perayaan hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan.
Bahan-Bahan:
- 250 gr beras ketan putih (rendam air selama 1-2 jam, tiriskan)
- 150 gr kelapa parut setengah tua
- 2-3 sdm gula pasir (sesuai selera manis)
- 1/2 sdt garam
- 1-2 buah pisang raja atau pisang tanduk (potong-potong kecil atau memanjang)
- 50 gr kacang merah atau kacang tanah (rebus matang)
- Secukupnya janur atau daun kelapa muda (dibuang lidi tengahnya)
- Secukupnya tali bambu atau tali rafia (untuk mengikat)
Cara Membuat
1. Persiapan adonan ketan
Kukus beras ketan yang sudah direndam hingga setengah matang (sekitar 10-15 menit). Angkat ketan setengah matang, lalu campurkan dengan kelapa parut, gula pasir, dan garam saat masih hangat. Aduk hingga merata. Masukkan kacang merah atau kacang tanah rebus ke dalam adonan ketan dan aduk kembali.
2. Pembungkusan (bentuk bantal)
Ambil selembar janur, lipat atau gulung membentuk kantong memanjang berbentuk persegi panjang atau bantal. Masukkan 1-2 sendok makan adonan ketan ke dalam janur. Selipkan potongan pisang di bagian tengah adonan ketan, lalu tutup kembali dengan sedikit adonan ketan di atasnya. Lipat rapat kedua ujung janur. Ikat kencang menggunakan tali bambu atau tali rafia di beberapa titik agar bungkus janur tidak terbuka dan air tidak masuk saat direbus.
3. Proses perebusan
Didihkan air yang cukup banyak dalam panci besar. Masukkan jajan bantal alem yang sudah terikat rapi ke dalam air mendidih. Pastikan seluruh kue terendam air. Rebus selama 1 hingga 1,5 jam sampai ketan matang tanak dan menyatu sempurna. Angkat dan tiriskan. Biarkan dingin sebelum disajikan agar tekstur ketan lebih padat, kenyal, dan gurih. (RRI/Dewa Arta).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....