Harta Karun Lautan: Alasan Teripang Layak Masuk Menu Sehat Harian
- 04 Agt 2026 10:02 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Teripang atau timun laut merupakan hewan laut tidak bertulang belakang dari kelas Holothuroidea. Bentuknya menyerupai tabung dengan tekstur kenyal dan hidup di dasar laut, terutama di perairan tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Di habitat alaminya, teripang berperan penting sebagai "pembersih" dasar laut karena memakan detritus atau sisa-sisa bahan organik. Peran tersebut membantu menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Di Indonesia dan sejumlah negara Asia, teripang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun obat tradisional. Hewan laut ini kerap dijuluki "ginseng laut" karena kandungan gizinya yang tinggi. Dari ribuan spesies yang ada, beberapa jenis yang populer antara lain teripang emas (Stichopus hermanni), teripang hitam, dan beberapa spesies bernilai ekonomi tinggi lainnya. Teripang kering berkualitas premium bahkan memiliki nilai jual yang cukup mahal.
Teripang dikenal sebagai sumber protein berkualitas dengan kandungan lemak yang rendah. Selain itu, hewan laut ini juga mengandung kolagen, asam amino esensial, mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan kalium, serta vitamin A, vitamin B1, dan niasin. Teripang juga mengandung senyawa bioaktif, seperti kondroitin sulfat, saponin triterpen, polisakarida tersulfasi, flavonoid, dan berbagai senyawa antioksidan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi tersebut berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Kolagen dan protein di dalamnya dapat membantu proses penyembuhan luka serta regenerasi jaringan. Kandungan kondroitin sulfat juga berpotensi mendukung kesehatan sendi dan membantu mengurangi peradangan.
Selain itu, beberapa penelitian laboratorium dan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam teripang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi mendukung kesehatan jantung dengan membantu menjaga kadar kolesterol dan fungsi pembuluh darah. Teripang juga diteliti karena potensinya dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Beberapa senyawa, seperti frondoside A dan saponin, bahkan menunjukkan aktivitas antitumor dalam penelitian laboratorium. Namun, hingga kini manfaat tersebut masih memerlukan penelitian klinis yang lebih luas pada manusia sebelum dapat dijadikan dasar klaim kesehatan.
Selain berbagai potensi tersebut, teripang juga berpeluang mendukung kesehatan hati, membantu menjaga metabolisme gula darah, serta menjadi sumber protein rendah lemak yang sesuai untuk pola makan sehat. Meski demikian, seluruh manfaat tersebut tetap perlu didukung oleh pola hidup sehat dan tidak dapat menggantikan pengobatan medis.
Teripang dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sup, tumisan, maupun olahan lainnya. Untuk teripang kering, proses perendaman dan pembersihan perlu dilakukan dengan benar sebelum dimasak. Produk ekstrak teripang juga tersedia dalam bentuk suplemen, namun penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
Masyarakat yang memiliki alergi terhadap makanan laut atau kondisi kesehatan tertentu disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Selain itu, penting memilih teripang yang berasal dari perairan bersih dan sumber yang tepercaya guna meminimalkan risiko kontaminasi logam berat maupun bahan pencemar lainnya.
Dengan kandungan protein, kolagen, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif, teripang merupakan salah satu pangan laut bernilai gizi tinggi yang berpotensi mendukung kesehatan. Meski demikian, sebagian manfaatnya masih memerlukan pembuktian melalui penelitian klinis pada manusia sehingga konsumsinya tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai pengganti terapi medis. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....