Jaje Bendu, Kudapan Tradisional Khas Jembrana

  • 31 Jul 2026 12:32 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Jaje Bendu, merupakan salah satu kudapan tradisional Kabupaten Jembrana, Bali. Jajanan pasar yang berbungkus daun pisang ini sangat familiar di keseharian masyarakat Bali Barat. Berbahan utama kelapa, ketan dan gula merah, jaje bendu merupakan salah satu jajanan populer di masyarakat.

Usaha kecil pembuatan jajan ini tersebar di sejumlah desa di Jembrana. Seperti di Batuagung, Baler Bale Agung, Penyaringan dan Kaliakah. Belakangan ini, para pembuat jajan mulai melakukan variasi baik jangka waktu ketahanan pangan maupun warna dasar yang lebih menarik tidak hanya putih. Salah satu permasalahan adalah sifat jajanan yang hanya bertahan sehari saja. Untuk pemasaran yang lebih luas, masih tersendat karena sifat jajanan yang kurang bisa bertahan lama. Sehingga sulit untuk berkembang dan stagnan untuk pemesanan tergantung dari jumlah pesanan.

“Kalau untuk oleh-oleh, kurang bertahan lama. Sehingga pemasaran hanya di sekitar Jembrana. Kalaupun ada pemesanan, kita buat lebih tahan tetapi paling lama hanya dua hari,” ujar Ni Ketut Semioni, salah seorang pembuat jajan Bendu, Jumat 31 Juli 2026. Untuk variasi jajanan ini dibuat dengan warga beragam, tidak stagnan putih. Seperti warna ungu, hijau dan merah. Namun tetap mempertahankan bungkusan dengan balutan daun kelapa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, mengatakan jaje bendu yang merupakan kudapan khas Jembrana, diajukan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tahun 2026 ini. Namun, kendala yang dihadapi dalam pengajuan tersebut, salah satunya adalah tahap perumusan pelibatan masyarakat. Dinas kesulitan mencari sumber yang secara autentik dan tepat menjelaskan minimal histori maupun asal usulnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....