Keripik Ladrang: Perpaduan Rasa Gurih dan Tekstur Renyah
- 16 Mar 2026 09:16 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Keripik ladrang adalah camilan renyah dan gurih yang terkenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Bali. Keripik ini sering disebut juga keripik bawang atau kripik bawang versi Bali, terbuat dari adonan tepung yang dibumbui kuat dengan bawang (merah & putih), seledri, kadang cabai, dan rempah lainnya, sehingga rasanya sangat aromatik, gurih, dan sedikit wangi daun seledri.
Bentuknya biasanya tipis-tipis lonjong atau bulat kecil (mirip kerupuk/stik bawang tapi lebih renyah dan bertekstur garing). Banyak orang ketagihan karena rasanya yang unik, cocok dimakan langsung sebagai camilan, pendamping nasi, atau saat ngopi/ngemil sore. Keripik ladrang ini populer sebagai jajan tradisional Bali, bahkan ada yang menyebutnya warisan resep leluhur.
Cara Membuat Keripik Ladrang di Rumah (Resep Sederhana & Renyah)
Bahan-bahan (untuk ± 1 toples sedang):
-500 gram tepung terigu (protein sedang, misal Segitiga Biru atau Kunci Biru)
-100–150 gram tepung tapioka/kanji (supaya lebih renyah)
-4–6 siung bawang putih (haluskan)
-6–8 butir bawang merah (haluskan)
-1 ikat kecil seledri (iris halus sangat kecil, sekitar 50–70 gram)
-2 butir telur (kocok lepas)
-1–2 sdm royco/masako ayam (atau penyedap sesuai selera)
-1 sdt garam (sesuaikan)
-½–1 sdt merica bubuk (opsional)
-± 150–250 ml air (atau campur santan kecil supaya lebih gurih, tambah sedikit demi sedikit)
-Minyak goreng banyak untuk deep fry
-Variasi pedas (opsional): tambah 10–20 cabai rawit halus atau bon cabe.Cara membuat langkah demi langkah:
-Haluskan bawang putih + bawang merah (bisa pakai blender/chopper biar halus banget).
-Campur semua bahan kering dulu: tepung terigu + tepung tapioka + royco + garam + merica.
-Masukkan bumbu halus bawang, seledri iris, dan telur kocok. Aduk rata.
-Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan kalis, elastis, dan tidak lengket di tangan (seperti adonan cilok tapi lebih padat). Jangan terlalu basah.
-Diamkan adonan ± 15–30 menit supaya bumbu meresap (opsional tapi disarankan).
-Ambil sedikit adonan, pipihkan tipis sekali di atas plastik/plastik wrap (atau gunakan mesin press kalau ada). Bisa juga digulung pipih lalu potong-potong kecil bentuk persegi panjang/lonjong.
-Panaskan minyak banyak dengan api sedang. Goreng dengan suhu sedang-rendah agar matang merata dan tidak gosong. Goreng sampai kuning keemasan dan benar-benar kering (biasanya 3–5 menit per batch).
-Angkat, tiriskan di tissue dapur supaya minyak hilang. Dinginkan lalu simpan di toples kedap udara biar tetap renyah lama.
Tips biar renyah tahan lama:
-Goreng dengan minyak panas stabil (jangan terlalu panas biar tidak cepat gosong di luar tapi mentah di dalam).
-Pastikan adonan benar-benar tipis.
-Tambah sedikit margarin/blueband (50–100 gram) ke adonan supaya lebih kriuk.
-Simpan di wadah kedap udara + silica gel kalau mau tahan berminggu-minggu.
Selamat mencoba ya! Kalau sudah jadi, pasti susah berhenti ngunyah. Cocok banget buat stok camilan di rumah atau dibagikan ke tetangga. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....