Kolak, Si Manis Legendaris yang Selalu Dinanti saat Berbuka
- 26 Feb 2026 21:39 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Bulan Ramadan selalu identik dengan satu sajian yang tak pernah absen di meja berbuka: kolak. Menu takjil yang satu ini seolah menjadi primadona di antara aneka hidangan pembatal puasa. Perpaduan rasa manis dari gula aren, gurih santan, dan lembutnya isian seperti pisang, ubi, atau kolang-kaling, menjadikan kolak sebagai sajian yang tak lekang oleh waktu.
Kolak bukan sekadar makanan pembuka. Ia adalah simbol kehangatan dan kebersamaan. Aroma santan yang mengepul dari dapur menjelang magrib menghadirkan suasana rumah yang begitu akrab. Tak heran, kolak selalu menjadi pilihan utama, baik disajikan di rumah, di masjid, hingga dijajakan di pasar-pasar Ramadan.
Variasi kolak pun semakin beragam. Selain kolak pisang yang klasik, kini hadir kolak ubi ungu, kolak labu, kolak biji salak, hingga kolak campur dengan tambahan mutiara dan nangka. Kreativitas ini membuat kolak tetap relevan di tengah tren kuliner kekinian.
Dari sisi gizi, kolak juga membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Kandungan karbohidrat dari pisang dan ubi dapat mengisi kembali tenaga yang terkuras, sementara kuah manisnya membantu meningkatkan kadar gula darah secara perlahan.
Di tengah banyaknya pilihan takjil modern seperti dessert box atau minuman kekinian, kolak tetap bertahan sebagai favorit lintas generasi. Rasanya yang sederhana namun kaya makna membuat kolak tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan kenangan.
Karena itulah, kolak bukan sekadar menu takjil. Ia adalah tradisi, rasa rindu, dan manisnya kebersamaan dalam setiap tegukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....