Kue Keranjang, Manisnya Tradisi Imlek yang Sarat Makna

  • 10 Feb 2026 20:25 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kue keranjang menjadi salah satu makanan khas yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Hidangan bercita rasa manis dengan tekstur lengket ini tidak hanya hadir sebagai sajian, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan filosofi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dikutip dari Wikipedia, kue keranjang dikenal dengan sebutan nian gao dalam bahasa Mandarin. Secara harfiah, nian berarti tahun, sementara gao bermakna tinggi atau meningkat. Makna tersebut dimaknai sebagai doa agar kehidupan di tahun yang baru menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejarah kue keranjang telah tercatat sejak masa Tiongkok kuno. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, kue ini kerap disajikan sebagai persembahan kepada Dewa Dapur (Kitchen God) menjelang pergantian tahun. Persembahan ini diyakini dapat membawa laporan baik bagi keluarga yang merayakan.

Di Indonesia, tradisi kue keranjang mengalami penyesuaian dengan budaya lokal. Selain disantap langsung, kue keranjang kerap diolah kembali, seperti digoreng dengan telur atau dibalut adonan tepung. Meski cara penyajian beragam, maknanya tetap dipertahankan sebagai lambang persatuan keluarga dan harapan akan rezeki yang berkelanjutan.

Hingga kini, kue keranjang tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Tradisi ini tidak hanya memperkaya keragaman budaya kuliner, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan harapan yang terus hidup di tengah masyarakat modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....