Pepes Tlengis, Dari Ampas Kelapa Jadi Kuliner Legendaris

  • 10 Feb 2026 12:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pepes tlengis merupakan salah satu kuliner tradisional Bali yang lahir dari kebiasaan masyarakat masa lalu dalam memanfaatkan bahan makanan secara maksimal. Tlengis adalah ampas kelapa yang tersisa setelah proses pembuatan minyak kelapa tradisional, yang dahulu menjadi kebutuhan penting rumah tangga Bali. 

Alih-alih dibuang, ampas kelapa ini diolah kembali dengan bumbu rempah khas menjadi hidangan sederhana namun kaya rasa. Dari kebiasaan tersebut, pepes tlengis kemudian dikenal sebagai makanan rumahan yang mencerminkan pola hidup masyarakat Bali yang hemat dan menghargai hasil alam.

Secara historis, pepes tlengis berkembang di lingkungan masyarakat agraris yang terbiasa mengolah bahan pangan dari hasil kebun sendiri. Kelapa menjadi salah satu bahan utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bahan makanan hingga kebutuhan upacara. 

Setelah minyak kelapa diambil, ampasnya dimanfaatkan kembali dengan dicampur bumbu base genep seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, dan lengkuas. Adonan tersebut kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus atau dipanggang, menghasilkan aroma khas yang hingga kini menjadi ciri pepes tlengis.

Keunikan pepes tlengis tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Makanan ini menjadi bukti kreativitas masyarakat Bali dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan bernilai konsumsi tinggi. 

Prinsip tidak menyia-nyiakan bahan makanan yang tercermin dalam pepes tlengis kini kembali relevan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup berkelanjutan dan pengurangan limbah pangan. Hal ini membuat pepes tlengis tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal.

Meski memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, keberadaan pepes tlengis mulai jarang dikenal oleh generasi muda, terutama di wilayah perkotaan. Modernisasi pola makan membuat banyak kuliner tradisional perlahan tersisih oleh makanan cepat saji. Karena itu, berbagai upaya pelestarian mulai dilakukan melalui promosi kuliner lokal, festival makanan, hingga pengenalan lewat media digital. 

Pepes tlengis diharapkan tetap bertahan sebagai bagian dari identitas kuliner Bali yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyimpan cerita sejarah dan nilai kehidupan masyarakatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....