Asal Usul Gyoza: Perjalanan Pangsit Jepang dari Tiongkok

  • 06 Feb 2026 22:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Gyoza adalah camilan khas negara Jepang. Makanan ini berupa dumpling yang berisi berbagai bahan isian, seperti sayuran, daging, dan bumbu yang kemudian dibungkus dengan adonan kulit berbahan tepung yang tipis.

Camilan ini sebenarnya adaptasi dari dumpling Tiongkok dengan nama jiaozi. Gyoza juga mirip dengan camilan asal Korea Selatan yang bernama mandu. Perbedaan gyoza dengan jiaozi adalah cara memasaknya. Gyoza dimasak dengan metode yaki atau digoreng. Sementara itu, jiaozi dimasak dengan cara dikukus atau direbus.

Selain cara memasaknya, gyoza dan jiaozi juga memiliki perbedaan dalam kulit untuk membungkusnya. Kulit gyoza memiliki tekstur yang cenderung lebih tipis dibandingkan dengan jiaozi sehingga teksturnya lebih renyah ketika digoreng.

Sejarah Gyoza

Gyoza mulai dikenal di Jepang pada awal abad ke-20. saat itu, hubungan dagang dan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang sangat erat. Namun, gyoza baru populer setelah Perang Dunia II, saat para tentara Jepang yang kembali dari Tiongkok mendapatkan informasi tentang jiaozi. Mereka terkesan dengan pangsit enak tersebut dan mulai mengadaptasinya dengan bahan dan teknik memasak yang lebih sesuai dengan selera Jepang. 

Saat ini gyoza menjadi salah satu hidangan paling populer di Jepang, baik di izakaya (pub Jepang), restoran ramen, atau di rumah tangga. Selain varian yaki gyoza (gyoza yang digoreng), ada juga variasi lain seperti sui gyoza yang dimasak dengan cara direbus dan ada juga age gyoza yang dimasak dengan cara digoreng garing. Sekarang, gyoza tidak hanya jadi makanan tradisional, tapi juga tren global. 

Dari street food sampai fine dining, dimsum dalam berbagai bentuk termasuk gyoza, sudah menjadi menu wajib. Di Indonesia sendiri, dimsum sudah punya tempat spesial di hati pecinta kuliner, mulai dari siomay, hakau, sampai gyoza yang renyah. 

Hingga sekarang popularitas gyoza sudah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi hidangan pembuka atau camilan. Gyoza yang terus berinovasi juga bisa divariasikan isian dan sausnya agar lebih sesuai dengan selera lokal. Namun, meskipun terus berinovasi, gyoza tetap mempertahankan simbol percampuran budaya antara Tiongkok dan Jepang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....