Apakah Garam Bisa Kedaluwarsa? Ini Faktanya

  • 05 Feb 2026 07:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pernahkah kamu melihat tanggal kedaluwarsa pada kemasan garam dan bertanya-tanya, apakah garam benar-benar bisa basi? Pertanyaan ini terdengar sepele, tetapi cukup sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Garam adalah salah satu bumbu dapur paling tua yang digunakan manusia, bahkan sejak ribuan tahun lalu. Secara alami, garam merupakan mineral murni bernama natrium klorida yang sangat stabil dan tidak mudah bereaksi dengan mikroorganisme. Karena sifat alaminya ini, garam sering dianggap sebagai bahan makanan yang “abadi” dan tidak mengalami pembusukan seperti makanan lain.

Pada dasarnya, garam murni tidak bisa kedaluwarsa. Ia tidak mengandung air dan tidak menjadi tempat tumbuh bakteri, jamur, atau mikroorganisme lain yang menyebabkan makanan rusak. Jika disimpan dengan baik dalam kondisi kering, tertutup rapat, dan tidak terkontaminasi garam bisa bertahan sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun tanpa mengalami perubahan berarti. Inilah alasan mengapa garam sejak dahulu juga digunakan sebagai bahan pengawet alami untuk daging dan ikan. Namun, kondisi ini berlaku terutama untuk garam tanpa tambahan zat lain.

Lain halnya dengan garam dapur beryodium yang umum digunakan saat ini. Garam jenis ini biasanya memiliki tanggal kedaluwarsa pada kemasannya. Bukan karena garamnya menjadi berbahaya, melainkan karena kandungan yodium di dalamnya dapat berkurang seiring waktu. Paparan udara, cahaya, dan kelembapan dapat mempercepat penurunan kadar yodium, sehingga manfaatnya bagi kesehatan terutama untuk mencegah gangguan tiroid tidak lagi optimal. Selain itu, jika garam sering terkena air atau digunakan dengan sendok basah, teksturnya bisa menggumpal dan kualitasnya menurun.

Untuk memastikan garam tetap layak digunakan, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan. Garam yang masih baik umumnya tidak berbau, tidak berubah warna, dan rasanya tetap asin seperti biasa. Simpan garam di wadah tertutup rapat, jauh dari sumber air dan panas, agar kualitasnya tetap terjaga. Jadi, meskipun garam hampir tidak pernah “basi”, cara penyimpanan tetap berperan penting dalam menjaga mutu dan manfaatnya. Dengan memahami hal ini, kamu bisa lebih bijak menggunakan garam di dapur tanpa rasa khawatir berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....