Jajanan Aci Viral, Semua Berawal dari Tepung Kanji
- 28 Jan 2026 12:03 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tren jajanan berbahan aci kembali meramaikan dunia kuliner Indonesia. Dari cilok, cireng, hingga seblak, makanan bertekstur kenyal ini seolah tak pernah kehilangan penggemar. Di balik popularitasnya, ada satu bahan utama yang selalu digunakan, yakni tepung kanji atau tapioka yang berasal dari pati singkong.
Istilah “aci” sendiri merupakan sebutan lokal untuk tepung kanji. Bahan ini memiliki karakter elastis dan lengket ketika dimasak, sehingga mampu menciptakan sensasi kenyal yang khas. Tekstur inilah yang menjadi daya tarik utama jajanan aci, terutama bagi generasi muda yang gemar makanan unik dan penuh sensasi di mulut.
Popularitas jajanan aci semakin meningkat seiring kehadiran media sosial. Banyak pedagang memodifikasi olahan tradisional dengan tambahan bumbu pedas, keju, saus kekinian, hingga topping beragam. Cilok tak lagi sekadar direbus, tetapi disajikan dengan saus lava pedas atau dibakar. Cireng pun hadir dengan isian ayam suwir, mozzarella, hingga sambal khas daerah.
Seblak menjadi salah satu contoh jajanan aci yang berhasil bertransformasi. Awalnya sederhana, kini seblak berkembang menjadi hidangan lengkap dengan topping bakso, sosis, ceker ayam, dan kerupuk. Tepung kanji berperan penting dalam pembuatannya, baik melalui kerupuk aci maupun bakso aci yang menjadi isian utama.
Selain rasanya yang digemari, jajanan aci juga relatif murah dan mudah dibuat. Hal ini menjadikannya peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku UMKM. Modal yang terjangkau dan bahan baku yang mudah ditemukan membuat jajanan berbasis tepung kanji terus bermunculan dengan inovasi baru.
Fenomena jajanan aci viral menunjukkan bahwa kuliner sederhana tetap bisa bertahan dan berkembang di tengah tren makanan modern. Tepung kanji bukan hanya bahan dapur biasa, tetapi juga fondasi dari berbagai jajanan yang kini menjadi bagian dari budaya kuliner populer Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....