Tepung Hunkwe, Bahan Jadul Serbaguna Favorit Dapur

  • 28 Jan 2026 11:10 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tepung hunkwe kembali mencuri perhatian publik seiring viralnya perbincangan tentang es gabus di media sosial. Bahan pangan yang identik dengan jajanan jadul ini mendadak ramai dibahas setelah muncul isu keliru mengenai bahan pembuat es gabus. Padahal, tepung hunkwe telah lama dikenal sebagai bahan makanan yang aman dan umum digunakan dalam berbagai olahan tradisional Indonesia.

Tepung hunkwe merupakan tepung yang berasal dari pati kacang hijau. Dalam proses pembuatannya, kacang hijau diambil sarinya, kemudian dikeringkan hingga menghasilkan tepung berwarna putih dengan tekstur sangat halus. Karakter inilah yang membuat tepung hunkwe mampu menghasilkan tekstur kenyal, lembut, dan transparan setelah dimasak, terutama pada makanan penutup.

Sejak puluhan tahun lalu, tepung hunkwe telah menjadi bahan utama berbagai jajanan pasar dan kudapan rumahan. Selain es gabus, tepung ini kerap digunakan dalam pembuatan kue lapis, puding tradisional, bubur sumsum, hingga aneka isian kue basah. Pada era 1980–1990-an, tepung hunkwe bahkan hampir selalu tersedia di dapur rumah tangga karena harganya terjangkau dan mudah diolah.

Dari sisi kandungan, tepung hunkwe mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serta protein nabati dalam jumlah kecil. Tepung ini tidak mengandung gluten sehingga relatif aman dikonsumsi oleh masyarakat yang sensitif terhadap gluten. Selama diolah secara sederhana tanpa tambahan berlebihan, tepung hunkwe dapat menjadi pilihan bahan pangan yang cukup ramah untuk dikonsumsi sehari-hari.

Ciri khas tepung hunkwe terletak pada kemampuannya mengikat cairan dan membentuk gel saat dipanaskan. Proses pemasakan harus dilakukan dengan api sedang sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan meletup. Jika dimasak kurang matang, teksturnya akan terasa tepung dan kurang elastis, sedangkan jika terlalu lama, adonan bisa menjadi terlalu padat.

Meski sempat dianggap sebagai bahan pangan lawas, tepung hunkwe kini mulai dilirik kembali seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional. Banyak pelaku usaha kuliner memadukan tepung hunkwe dengan rasa modern seperti cokelat, kopi, matcha, hingga buah-buahan untuk menarik minat generasi muda. Inovasi tersebut membuat tepung hunkwe tetap relevan di tengah maraknya tren makanan kekinian.

Kembalinya tepung hunkwe ke perbincangan publik menunjukkan bahwa bahan pangan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Selain mudah diolah, tepung hunkwe juga menyimpan nilai nostalgia yang kuat, mengingatkan pada cita rasa masa kecil dan jajanan sederhana yang pernah mewarnai kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....