Es Gabus dan Kenangan Jajanan Beku Masa Kecil
- 28 Jan 2026 10:56 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Nama es gabus kembali mencuat setelah jajanan jadul ini ramai diperbincangkan di media sosial. Isu yang menyebutkan adanya campuran spons dalam es gabus sempat memicu kekhawatiran publik. Namun, hasil pemeriksaan memastikan bahwa jajanan tersebut dibuat dari tepung hunkwe yang aman dikonsumsi, sekaligus membuka kembali ingatan banyak orang pada camilan masa kecil yang kini mulai jarang ditemui.
Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980–1990-an, es gabus bukan sekadar makanan ringan. Jajanan berwarna cerah dengan tekstur kenyal dan rasa manis ini kerap menjadi teman setia saat jam istirahat sekolah. Sensasi dingin yang meleleh perlahan di mulut membuat es gabus memiliki tempat tersendiri di antara jajanan tradisional lainnya.
Di balik tampilannya yang sederhana, es gabus memiliki sejarah panjang. Jajanan ini dipercaya sudah dikenal sejak masa penjajahan dan mendapat pengaruh budaya kuliner luar, salah satunya melalui penggunaan tepung hunkwe sebagai bahan utama. Tepung yang berasal dari kacang hijau ini dikenal mampu menghasilkan tekstur khas yang menjadi ciri utama es gabus.
Polemik yang sempat muncul justru menunjukkan masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahan pangan tradisional. Tekstur kenyal es gabus kerap disalahartikan sebagai sesuatu yang tidak wajar, padahal merupakan hasil alami dari proses pemasakan tepung hunkwe dengan santan dan gula.
Seiring waktu, es gabus mengalami berbagai penyesuaian. Beberapa penjual mulai menghadirkan varian rasa baru agar lebih diterima generasi muda, tanpa meninggalkan resep dasarnya. Inovasi tersebut menjadi upaya menjaga eksistensi jajanan jadul di tengah gempuran kuliner modern.
Lebih dari sekadar klarifikasi isu, kembalinya es gabus ke ruang publik menjadi pengingat akan kekayaan jajanan tradisional yang pernah mewarnai masa kecil banyak orang. Selama diolah dengan bahan yang tepat dan higienis, es gabus tetap menjadi camilan aman sekaligus sarat kenangan lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....