Bahaya Seblak Jika Konsumsi Berlebihan
- 20 Sep 2025 21:02 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja : Seblak adalah makanan khas Bandung yang kini sangat populer di berbagai daerah. Cita rasanya yang pedas, gurih, serta kombinasi bahan seperti kerupuk, mie, bakso, sosis, hingga ceker ayam menjadikannya favorit di kalangan anak muda. Namun, di balik kenikmatan seblak, ada sejumlah bahaya kesehatan yang bisa muncul bila dikonsumsi secara berlebihan.
Ciri khas seblak adalah rasa pedas yang menggigit. Banyak penjual seblak menawarkan level kepedasan yang bisa mencapai puluhan cabai dalam satu porsi. Konsumsi cabai yang berlebihan dapat memicu iritasi lambung, diare, hingga penyakit maag. Pada orang yang memiliki riwayat sakit lambung, terlalu sering makan seblak dengan tingkat pedas ekstrem bisa memperparah gejala asam lambung (GERD).
Bahan utama seblak adalah kerupuk yang direbus hingga lembek. Kerupuk sendiri umumnya tinggi kalori, mengandung tepung, garam, dan kadang pewarna makanan. Ditambah dengan mie instan yang sering dijadikan pelengkap, seblak berpotensi tinggi mengandung karbohidrat sederhana, MSG, serta natrium yang tidak baik jika dikonsumsi terlalu sering. Pola makan seperti ini bisa memicu obesitas, hipertensi, hingga penyakit jantung dalam jangka panjang.
Sebagian seblak dimasak dengan minyak dalam jumlah cukup banyak agar bumbunya lebih meresap. Minyak yang dipakai berulang kali dapat menghasilkan zat berbahaya seperti radikal bebas yang berisiko menyebabkan masalah kesehatan. Selain itu, penggunaan bumbu instan dengan kadar MSG tinggi bisa memengaruhi kesehatan ginjal dan menimbulkan rasa haus berlebih.
Beberapa varian seblak menambahkan bahan seperti ceker, bakso, atau seafood. Jika bahan tersebut tidak diolah dengan benar, risiko kontaminasi bakteri bisa terjadi. Konsumen bisa mengalami keracunan makanan, sakit perut, hingga infeksi saluran pencernaan. Hal ini semakin rawan jika seblak dijual di tempat yang kebersihannya kurang terjaga.
Seblak sering dianggap sebagai makanan cepat saji yang praktis dan murah. Namun, bila terlalu sering menjadikan seblak sebagai pengganti makanan utama, tubuh akan kekurangan gizi seimbang seperti protein berkualitas, vitamin, dan mineral. Akibatnya, kesehatan jangka panjang bisa terganggu, terutama pada remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Tidak ada salahnya menikmati seblak sesekali, apalagi bagi pencinta makanan pedas. Namun, penting untuk menjaga porsinya agar tidak berlebihan. Mengimbangi dengan konsumsi sayur, buah, dan air putih adalah langkah bijak untuk mengurangi risiko kesehatan. Ingat, kenikmatan sesaat dari seblak tidak sebanding dengan dampak buruk yang bisa ditimbulkan bila terlalu sering mengonsumsinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....