“SADARI”, Cara Sederhana dan Mudah Deteksi Kanker Payudara
- 01 Des 2023 19:34 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: “SADARI” atau
perikSA payuDAra sendiRI adalah suatu
metode pemeriksaan paling sederhana untuk mendeteksi kanker payudara sedini
mungkin. Kanker payudara adalah suatu tumor ganas yang
menyerang payudara, dimana kanker ini terjadi akibat kerusakan gen yang
mengatur pembelahan, serta pertumbuhan dan perkembangan sel,
sehingga pertumbuhan dan perkembangan sel tersebut
menjadi tidak terkendali.
Seorang dokter umum, Kadek Ayu Intan Pitaloka mengatakan, kanker merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia setelah kardiovaskular dan pembuluh darah. Sedangkan, kanker payudara merupakan kanker terbanyak di Indonesia.
Sayangnya di Indonesia lebih dari 80% kanker payudara ini baru terdiagnosa pada stadium lebih lanjut sehingga pengobatannya susah dan hasil pengobatan tidak optimal. Maka sangat penting untuk mengetahui cara pencegahan dan deteksi dini kanker payudara, salah satunya dengan “SADARI”.
“Dikatakan sederhana karena memang mudah dan bisa dilakukan siapa saja dirumah,” ujar dokter Intan saat mengisi dialog di Pro 2 RRI Singaraja belum lama ini.
Dokter Intan menambahkan, pemeriksaannya sangatlah mudah dan tidak memerlukan biaya alias gratis. Hal itu dikarenakan seseorang hanya memerlukan alat yang sudah tersedia dirumah seperti cermin dan bantal.
Dokter muda yang kesehariannya bertugas di RSU Kertha Usada Singaraja tersebut memaparkan langkah-langkah “SADARI”. Pertama, dengan berdiri di depan cermin jenis apapun yang bisa digunakan untuk mengevaluasi payudara hingga bagian sekitarnya seperti ketiak.
Kedua, letakkan tangan disamping dan lakukan evaluasi terkait bentuk payudara, apakah ada benjolan, serta perhatikan bagaimana kondisi kulit sekitar payudara. Posisikan kedua tangan di kepala untuk memperjelas gambaran payudara, dan lakukan evaluasi payudara dan ketiak.
Langkah selanjutnya, posisikan tangan berkacak pinggang dengan gerakan siku kedepan, condong, kontraksikan otot dan lakukan evaluasi lagi kondisi payudara tersebut seperti apa, apakah ada perubahan atau benjolan. Cubit ujung payudara untuk mengevaluasi apakah ada cairan yang keluar (berupa darah, cairan bening, nanah atau air padahal tidak dalam kondisi menyusui, karena hal itu menandakan kondisi tidak normal.
Kemudian, lakukan perabaan secara bergantian dengan cara menekuk tangan kearah belakang dan lakukan perabaan 3 jari menggunakan bantalan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis dan lakukan evaluasi menyeluruh payudara, bisa melakukan gerakan lurus, melingkar atau zigzag ke semua bagian dan area ketiak.
“Lakukan perabaan apakah ada benjolan, jika ada, benjolannya seperti apa, apakah terasa nyeri, permukaan kasar atau halus, dan bisa digerakkan atau tidak,” ungkap dokter Intan.
Terakhir, dengan berbaring menggunakan bantal, lakukan semua evaluasi secara bergantian. Saat tangan kanan dibawa ke atas, letakkan bantal pada pundak kanan dan lakukan evaluasi berupa penekanan apakah ada benjolan dan lain sebagainya.
Dokter Intan pun menegaskan, langkah-langkah “SADARI” bukan hanya ditujukan untuk para perempuan saja, namun laki-laki juga harus melakukannya. Hal tersebut dikarenakan kanker payudara bisa menyerang laki-laki dan perempuan.
“Walaupun memang kasusnya lebih banyak pada perempuan namun pada laki-laki juga bisa terjadi meskipun hanya sekitar 1%, maka laki-laki juga harus peduli, deteksi dini kanker dengan melakukan SADARI,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....