Rahasia Sehat Buah Nanas Menurut Medis Modern dan Lontar Taru Pramana

  • 06 Okt 2026 15:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Buah nanas (Ananas comosus) dikenal sebagai buah segar yang kaya nutrisi. Namun di balik kelezatannya, mitos dan fakta seputar efek samping, serta khasiat dan batasan mengonsumsi nanas tidak hanya dibahas oleh ilmu kedokteran modern, tetapi tercatat dalam Lontar Usada Taru Pramana, sebuah warisan pengobatan tradisional khas Bali.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, buah ini kaya akan vitamin C dan enzim bromelain. Perpaduan kedua zat aktif tersebut terbukti secara klinis mampu mendongkrak sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka pascaoperasi, menjaga kesehatan tulang, hingga melancarkan pencernaan.

Selain manfaat umum tersebut, sebuah penelitian kesehatan terbaru yang dirilis oleh Nursing Applied Journal (NAJ) dari STIKes Kesosi memperkuat bukti klinisnya. Riset tersebut menunjukkan bahwa konsumsi jus nanas secara rutin dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara signifikan, khususnya bagi kelompok lansia.

Dalam naskah kuno Lontar Usada Taru Pramana, tanaman nanas yang disebut manas tercatat memiliki khasiat untuk mengobati sakit rasa (kencing nanah) dengan cara meminum air perasan parutan buahnya sebagai loloh. Selain itu, naskah kuno ini juga meracik nanas berahma tua yang diparut lalu dicampur cengkeh, kayu manis, dan gula aren untuk diminum tiga kali sehari sebagai obat herbal pereda flu maupun pilek.

Buah berduri ini berkhasiat untuk penyembuhan gejala masuk angin, flu, dan pilek. Ramuannya dibuat dengan mencampur parutan buah nanas tua dengan tiga butir cengkeh, sedikit kayu manis, dan satu sendok gula aren. Setelah disaring, ramuan herbal ini diminum tiga kali sehari untuk meredakan gejala flu secara alami.

Meski kaya manfaat, baik medis modern maupun kearifan lokal sama-sama mengingatkan bahwa konsumsi nanas tetap memiliki batasan. Melansir platform kesehatan Halodoc, buah ini menjadi pantangan utama bagi penderita maag dan GERD karena kadar asamnya yang tinggi serta zat bromelain dapat mengiritasi lambung. Selain itu, penderita diabetes melitus juga perlu membatasi konsumsinya karena kandungan gula alami (fruktosa) pada nanas yang cukup tinggi berpotensi memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Batasan ini juga berlaku bagi pasien yang sedang menggunakan obat pengencer darah, sebab efek antikoagulan alami dari bromelain bisa meningkatkan risiko pendarahan. Sementara bagi ibu hamil, konsumsi nanas terutama nanas muda harus dihindari karena kandungan senyawa tajam di dalamnya dikhawatirkan dapat merangsang kontraksi rahim prematur.

Nanas adalah obat sekaligus nutrisi yang luar biasa, asalkan dikonsumsi secara bijak, tidak berlebihan. Halodoc menegaskan bahwa porsi konsumsi buah nanas yang ideal dalam sehari adalah 1 hingga 2 cangkir atau sekitar 150 sampai 300 gram, yang setara dengan 1–2 potong besar bagi orang dewasa yang sehat dengan tetap memperhatikan kondisi fisik masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....