Tumit Pecah? Ini Cara Mengatasinya

  • 29 Sep 2026 15:00 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Tumit pecah-pecah bukan hanya masalah penampilan tetapi dapat menyebabkan nyeri dan meningkatkan risiko infeksi apabila retakan semakin dalam.
  • Penyebab utama tumit pecah-pecah adalah hilangnya kelembapan kulit yang dapat diperburuk oleh tekanan berulang, alas kaki yang tidak tepat, mandi air panas terlalu lama, dan penggunaan sabun keras.
  • Kondisi ini memerlukan perhatian serius karena dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

RRI.CO.ID, Singaraja - Tumit pecah-pecah sering dianggap hanya sebagai masalah penampilan. Padahal, retakan yang semakin dalam dapat menimbulkan rasa perih, nyeri, bahkan meningkatkan risiko infeksi.

Halodoc menjelaskan bahwa penyebab paling umum tumit pecah-pecah adalah kulit yang kehilangan kelembapan. Kondisi tersebut dapat diperburuk oleh tekanan berulang ketika seseorang berdiri atau berjalan, penggunaan alas kaki yang kurang tepat, mandi air panas terlalu lama dan penggunaan sabun yang keras.

Perawatan sederhana di rumah dapat dilakukan dengan menjaga kelembapan tumit. Setelah mandi, kaki dapat dikeringkan dengan lembut kemudian segera diberikan pelembap. Pada malam hari, petroleum jelly dapat digunakan pada tumit dan kemudian ditutup dengan kaus kaki berbahan nyaman.

Merendam kaki dalam air hangat selama sekitar 10 menit juga dapat membantu melunakkan kulit yang kering. Setelah itu, kulit mati dapat digosok secara perlahan menggunakan alat khusus kaki. Penggosokan sebaiknya dilakukan dengan lembut dan tidak berlebihan agar tidak menyebabkan luka.

Mayo Clinic merekomendasikan penggunaan pelembap tebal secara rutin, termasuk produk yang mengandung urea, asam salisilat atau alpha hydroxy acid untuk membantu melembutkan kulit yang menebal.

Namun, apabila retakan semakin dalam, berdarah, terasa sangat nyeri, menunjukkan tanda infeksi atau tidak membaik dengan perawatan mandiri, sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan. Tumit pecah-pecah juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu seperti diabetes, eksim, psoriasis atau infeksi jamur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....