Jarang Pakai Sunscreen? Ini Dampaknya

  • 29 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Paparan radiasi ultraviolet yang berulang dapat menyebabkan kerusakan kulit yang terakumulasi dari waktu ke waktu.
  • Sinar UVA berkontribusi terhadap penuaan dini kulit termasuk munculnya kerutan dan perubahan warna kulit.
  • Sinar UVB merupakan penyebab utama kulit terbakar (sunburn) dan paparan berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kulit.

RRI.CO.ID, Singaraja - Mengabaikan sunscreen mungkin tidak langsung menimbulkan masalah pada kulit. Namun, paparan radiasi ultraviolet (UV) yang berulang dapat menyebabkan kerusakan kulit yang terakumulasi dari waktu ke waktu.

Sinar UVA berkontribusi terhadap penuaan dini, termasuk munculnya kerutan dan perubahan warna kulit. Sementara itu, UVB merupakan penyebab utama kulit terbakar atau sunburn. Paparan berlebihan terhadap radiasi UV juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa perlindungan dari sinar matahari dapat membantu mengurangi risiko kanker kulit sekaligus memperlambat tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan bintik akibat paparan matahari.

Selain itu, paparan sinar matahari dapat memperburuk hiperpigmentasi atau flek pada sebagian orang. Karena itu, perlindungan kulit tidak hanya dibutuhkan ketika berada di pantai atau melakukan aktivitas luar ruangan.

Sunscreen dengan broad spectrum SPF 30 atau lebih, penggunaan pakaian pelindung, topi dan mencari tempat teduh merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan UV.

Artinya, sunscreen bukan sekadar bagian dari tren skincare. Penggunaannya merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap kesehatan kulit dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....