Loloh Paya Gamongan Ramuan Tradisional Alami Kaya Manfaat
- 28 Sep 2026 15:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tren kembali ke bahan alami kini kian diminati masyarakat Bali melalui pemanfaatan obat herbal tradisional. Salah satu warisan pengobatan kuno (usada) yang sangat terkenal adalah Loloh Paya Gamongan. Minuman jamu khas ini memadukan rasa pahit daun atau tangkai pare (paya) dengan sensasi hangat rimpang lempuyang (gamongan) sebagai ramuan andalan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Bagi masyarakat setempat, mengonsumsi loloh ini sudah menjadi kebiasaan harian untuk mencegah penyakit. Sifat hangat lempuyang yang berpadu dengan sari pati pare terbukti ampuh mengatasi perut kembung, mencegah sembelit, serta menambah nafsu makan secara alami. Tidak hanya baik untuk pencernaan, ramuan herbal cair ini juga diandalkan untuk meredakan gejala panas dalam dan sakit tenggorokan.
Potensi ekonomi dari tingginya minat masyarakat ini dirasakan langsung oleh Gusti Biang Putu Sasih, warga Desa Baktiseraga, Buleleng. Sehari-hari, ia memproduksi dan menjual Loloh Paya Gamongan serta Loloh Don Belimbing Buluh. Untuk memudahkan pelanggan, Gusti Biang biasanya mangkal di pinggir jalan raya wilayah Baktiseraga, dan akan berkeliling di sekitar desa jika dagangannya belum habis.
"Astungkara, loloh jualan saya selalu habis dalam sehari. Pelanggannya pun tidak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak juga banyak yang suka membelinya," ujar Gusti Biang. Ia menjelaskan bahwa seluruh bahan yang digunakannya sangat alami dan diproses higienis menggunakan air matang, bukan air mentah. Untuk Loloh Paya Gamongan, ia meracik pare, lempuyang, dan sedikit perasan jeruk nipis. Sementara untuk Loloh Don Belimbing Buluh, ia menggunakan campuran daun belimbing wuluh, perasan jeruk nipis, dan asam lunak (asam jawa).
Dalam naskah kuno Lontar Taru Pramana, tanaman lempuyang (gamongan) diceritakan memiliki energi panas yang ampuh menyembuhkan kram atau gangguan saraf:
“Tityang mewasta wit gamongan, daging tiyang panes, daun tiyang panes, tityang dados tamba tangan kiting, ambil umbin tityang, madaging minyak nyuh ring abu awon, tempel sakitnya.”
Artinya, bagian umbi dan daun lempuyang bersifat hangat. Umbinya bisa dicampur dengan minyak kelapa dan abu dapur, lalu ditempelkan pada tangan yang kram atau kesemutan agar cepat sembuh.
Sementara itu, dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah kini sudah mengatur penggabungan obat tradisional ke dalam rumah sakit resmi melalui hukum nasional. Layanan ini dibuat agar pengobatan kedokteran modern dan ramuan tradisional bisa berjalan bersama secara aman dan terbukti ilmiah. Di daerah, aturan ini diterapkan dengan membuka poli pelayanan kesehatan tradisional (yankestrad) di berbagai RSUD dan Puskesmas, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengobatan yang lengkap, aman, dan murah.
Melalui perpaduan ajaran naskah kuno Lontar Taru Pramana, dukungan pemerintah daerah, dan payung hukum nasional, Loloh Paya Gamongan kini naik kelas dari ramuan rumahan menjadi produk kesehatan lokal yang diandalkan. Kesadaran baru ini tidak hanya menyelamatkan warisan budaya Bali, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian medis modern untuk membuktikan khasiat tanaman obat Nusantara secara ilmiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....