Bahaya Tersembunyi Gigi Berlubang yang Jarang Disadari

  • 22 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjaga kesehatan gigi dan mulut kerap kali hanya dianggap sebagai upaya menjaga penampilan maupun mencegah bau mulut. Padahal, rongga mulut merupakan pintu gerbang utama tubuh dan gangguan kecil yang diabaikan dapat berkembang menjadi infeksi sistemik yang berbahaya. Berbagai riset medis modern telah membuktikan bahwa kebersihan mulut yang buruk menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu dapat memicu komplikasi fatal pada organ tubuh lainnya.

Penumpukan sisa makanan yang bercampur dengan bakteri akan membentuk plak, yang jika dibiarkan dapat mengeras menjadi karang gigi dan memicu radang gusi (gingivitis). Kondisi rongga mulut yang kotor menjadi lingkungan yang sangat ideal bagi kuman untuk berkembang biak secara masif.

Salah satu ancaman terbesar dari infeksi mulut kronis yang kerap diabaikan adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Karies atau gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama tanpa perawatan medis akan menjadi sarang utama bagi bakteri patogen yang merugikan. Dari sekian banyak jenis kuman di dalam mulut, terdapat jenis bakteri tertentu yang memiliki kemampuan untuk bermigrasi jauh ke organ dalam.

Hal ini ditegaskan oleh dokter gigi Anak Agung Diah Diarasita, S.KG. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda penanganan masalah gigi karena adanya mikroorganisme berbahaya yang siap mengintai keselamatan organ vital manusia.

"Kalau karies gigi didiamkan terlalu lama, ada bakteri namanya bakteri Streptococcus yang diam di dalam gigi. Itu bisa masuk ke jantung dan jadinya penyakit jantung atau rematik artritis jantung," ucap drg. Diah Diarasita saat diwawancarai pada Senin, 21 September 2026.

Lebih lanjut, drg. Diah Diarasita memaparkan bahwa bakteri dari rongga mulut yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebar ke organ vital dan memicu peradangan sistemik. Ketika bakteri Streptococcus tersebut mencapai jantung, mereka dapat menempel pada lapisan bagian dalam jantung dan menyebabkan infeksi serius yang dikenal sebagai endokarditis, atau memicu demam rematik yang merusak katup jantung.

Selain ancaman pada jantung, organ pernapasan pun berada dalam bayang-bayang bahaya yang sama akibat buruknya higienitas mulut. Bakteri patogen di area gigi berlubang sangat rentan terhirup ke dalam saluran pernapasan saat kita bernapas atau tidur. Ketika bakteri tersebut mengendap di paru-paru, infeksi saluran napas akut hingga penyakit pneumonia (radang paru-paru) yang sulit untuk dihindari.

Dilansir dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, infeksi jaringan penyangga gigi (periodontitis) menciptakan kondisi peradangan konstan yang mengacaukan kemampuan tubuh dalam memproses insulin. Akibatnya, kadar gula darah pasien diabetes menjadi sulit dikontrol, sementara kadar gula darah yang tinggi turut memperparah infeksi gusi tersebut.

Guna mengantisipasi berbagai risiko penyakit tersebut, drg. Diah membagikan beberapa langkah utama yang wajib diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pertama dan paling mendasar adalah rajin menyikat gigi secara disiplin dua kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Namun, drg. Diah mengingatkan bahwa sikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan seluruh area mulut secara tuntas. Karang gigi atau stain yang menumpuk di bagian tertentu memerlukan tindakan scaling (pembersihan karang gigi) setidaknya tiap 6 bulan sekali. Proses ini membutuhkan alat khusus dan steril yang hanya tersedia di klinik dokter gigi.

Langkah preventif berikutnya adalah segera melakukan penambalan pada gigi yang mulai berlubang, sekecil apa pun itu. Jangan menunda penambalan saat lubang masih kecil, sebab jika dibiarkan, lubang akan semakin dalam menembus lapisan email, dentin, hingga mencapai pulpa. Kondisi ini tidak hanya memicu rasa sakit yang hebat, tetapi juga memperumit prosedur perawatan di kemudian hari.

Sebagai langkah darurat apabila masyarakat mengalami nyeri mendadak saat berada di rumah, drg. Diah membagikan tips pertolongan pertama yang aman. Pasien bisa berkumur menggunakan obat kumur antiseptik untuk meredakan infeksi sementara waktu, lalu segera menjadwalkan pemeriksaan diri ke dokter gigi untuk penanganan secara tuntas.

Melalui penanganan dini dan perubahan gaya hidup yang lebih bersih, risiko komplikasi penyakit sistemik akibat bakteri mulut dapat ditekan secara signifikan. Menjaga kesehatan gigi merupakan langkah nyata dalam melindungi jantung dan organ vital tubuh lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....