Khasiat Super Telur Angsa dan Batasan Konsumsinya

  • 20 Sep 2026 17:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Meskipun belum sepopuler telur ayam atau bebek, ukuran telur angsa yang lebih besar dengan cangkang tebal menyimpan segudang zat gizi penting. Komoditas pangan ini juga dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia untuk mendukung kesuburan serta meningkatkan stamina.

Berdasarkan tinjauan medis dari berbagai sumber kesehatan seperti KlikDokter, Alodokter, dan Halodoc, telur angsa kaya akan kandungan protein, vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, selenium, serta asam folat. Berbagai nutrisi makro dan mikro tersebut berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi fisiologis tubuh manusia sehari-hari.

Salah satu manfaat utama telur angsa adalah mendukung sistem kekebalan tubuh dan mengoptimalkan fungsi sel darah merah. Kandungan zat besi dan vitamin B12 di dalamnya sangat efektif dalam membantu pembentukan hemoglobin guna mencegah risiko anemia. Selain itu, keberadaan vitamin A dan selenium berfungsi sebagai antioksidan alami yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Bagi ibu hamil atau pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, telur angsa kerap menjadi pilihan makanan penunjang. Tingginya kadar asam folat dan kolin pada telur ini sangat penting untuk menstimulasi proses fertilisasi serta mendukung perkembangan sistem saraf pusat dan otak janin pada fase awal kehamilan.

Tidak hanya itu, kandungan kalsium dan fosfor yang melimpah pada telur angsa juga berkontribusi besar dalam menjaga kepadatan tulang serta gigi. Asupan mineral ini sangat baik untuk mencegah risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis di usia lanjut, sekaligus mendukung pertumbuhan fisik yang optimal pada anak-anak.

Kendati menawarkan banyak keunggulan nutrisi, masyarakat diimbau untuk memperhatikan batasan dan pantangan dalam mengonsumsinya. Dilansir dari panduan medis Alodokter dan Halodoc, telur angsa pantang dikonsumsi dalam kondisi mentah atau setengah matang karena cangkangnya memiliki pori-pori besar yang rentan terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella.

Selain itu, penderita kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung harus membatasi porsi konsumsinya. Ukuran kuning telur angsa yang cukup besar kaya akan kandungan lemak jenuh dan kolesterol, sehingga konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.

Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap protein unggas juga wajib menghindari bahan pangan ini guna mencegah reaksi hipersensitivitas. Selain itu, bagi pemilik gangguan fungsi ginjal, asupan protein yang terlalu pekat dari telur angsa dikhawatirkan dapat memberikan beban kerja yang terlalu berat bagi organ ekskresi tersebut jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagi orang yang sehat, para ahli menyarankan batas aman konsumsi telur angsa maksimal 1 butir per minggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....