Buku KIA Perlu Dibaca, Bukan Sekadar Disimpan Ibu Hamil
- 19 Sep 2026 12:01 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) perlu dimanfaatkan secara aktif oleh ibu hamil dan keluarga, bukan hanya disimpan sebagai dokumen pemeriksaan.
- Buku KIA memuat informasi penting mengenai kehamilan, persalinan, dan pemantauan tumbuh kembang anak yang membantu ibu dan keluarga memahami kondisi kesehatan.
RRI.CO.ID, Singaraja – Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) perlu dimanfaatkan secara aktif oleh ibu hamil dan keluarga, bukan hanya disimpan sebagai dokumen pemeriksaan. Buku ini memuat berbagai informasi mengenai kehamilan, persalinan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Akademisi Program Studi Kebidanan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Irma Nurma Linda, mengatakan masih ditemukan Buku KIA yang tidak diisi atau kurang dimanfaatkan secara optimal oleh pemiliknya. Padahal, menurutnya, buku KIA menjadi salah satu sumber informasi penting untuk membantu ibu dan keluarga memahami kondisi kesehatan selama kehamilan.
| Baca juga: Diet Sampah Jadi Gaya Hidup Sehat Masa Kini |
“Buku KIA itu adalah sumber ilmu semuanya, dari proses kehamilan, kemudian setelah bersalin, bayi, balita, di sana semuanya ada,” kata Irma dalam dialog kesehatan di Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 18 September 2026.
Ia menjelaskan, informasi dalam buku KIA dapat dipelajari sesuai usia kehamilan. Pada masa awal kehamilan, ibu perlu memahami tanda bahaya, kebutuhan nutrisi, aktivitas, serta pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin.
Irma juga mengingatkan agar ibu hamil tidak menganggap kehamilan berikutnya selalu sama dengan pengalaman sebelumnya. Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda sehingga tetap memerlukan pemantauan tenaga kesehatan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan kondisi ibu, termasuk tekanan darah, serta perubahan gerakan janin. Apabila terdapat keluhan atau perubahan yang mengkhawatirkan, ibu disarankan segera berkonsultasi atau mendapatkan pemeriksaan medis.
Ia menambahkan, buku KIA juga dapat menjadi rujukan untuk membantu keluarga menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Informasi yang diperoleh dari internet perlu dibandingkan dengan sumber kesehatan yang tepercaya dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila menimbulkan keraguan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....