Buku KIA Bantu Keluarga Siapkan Persalinan dan Antisipasi Komplikasi
- 19 Sep 2026 11:48 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Perencanaan persalinan harus melibatkan ibu, suami, dan anggota keluarga sejak masa kehamilan untuk memastikan kesiapan dan mempercepat penanganan komplikasi.
- Lembar persiapan persalinan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam merencanakan persalinan yang aman.
- Keluarga perlu menyepakati enam hal penting dalam persiapan persalinan: lokasi persalinan, tenaga kesehatan pendamping, transportasi, pembiayaan, calon pendonor darah, dan rencana alternatif apabila terjadi komplikasi.
RRI.CO.ID, Singaraja – Perencanaan persalinan perlu dilakukan sejak masa kehamilan dengan melibatkan ibu, suami, dan anggota keluarga. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan menghadapi persalinan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi komplikasi.
Akademisi Program Studi Kebidanan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Irma Nurma Linda, mengatakan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan lembar persiapan persalinan yang terdapat dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Menurutnya, keluarga perlu menyepakati sejumlah hal, termasuk lokasi persalinan, tenaga kesehatan yang membantu, transportasi, pembiayaan, hingga calon pendonor darah.
“Perencanaan persalinan itu memang harus dipersiapkan dengan baik agar ibu dan bayinya sehat,” ujar Irma dalam dialog kesehatan di Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 18 September 2026.
Irma menjelaskan, persalinan dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan. Karena itu, keluarga perlu memiliki rencana yang jelas apabila sewaktu-waktu muncul kondisi yang membutuhkan rujukan.
Selain lokasi persalinan, kesiapan transportasi juga perlu diperhatikan. Keluarga dapat memanfaatkan kendaraan pribadi, transportasi desa, maupun sarana transportasi lain yang tersedia.
Dari sisi pembiayaan, keluarga diimbau memastikan jaminan kesehatan yang digunakan, seperti BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta menyiapkan kebutuhan tambahan selama proses persalinan dan perawatan. Irma juga menekankan pentingnya mengetahui golongan darah ibu dan menyiapkan calon pendonor. Hal ini diperlukan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu membutuhkan transfusi darah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar tanggung jawab menjaga kesehatan selama kehamilan tidak hanya dibebankan kepada ibu. Suami dan keluarga perlu terlibat, termasuk mendampingi pemeriksaan kehamilan serta memahami tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....