Hepatitis B dan C Disebut Silent Killer, Masyarakat Diminta Waspada

  • 07 Sep 2026 19:06 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Hepatitis B dan C termasuk penyakit kronis yang dapat berkembang tanpa gejala (silent disease) dan sulit dideteksi dalam waktu lama.
  • Jika tidak ditangani, hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi sirosis hati dan kanker hati yang serius.
  • Kelompok berisiko tinggi termasuk tenaga kesehatan, ibu hamil, pengguna jarum suntik, dan mereka yang menerima transfusi darah sebelum 1992 harus melakukan pemeriksaan dini.

RRI.CO.ID, Hepatitis B dan C dapat menjadi penyakit kronis yang berkembang tanpa gejala hingga menimbulkan kerusakan serius pada hati. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Made Widiastika Sp.PD. Finasim, mengatakan hepatitis kerap disebut silent disease karena infeksi dapat tidak terdeteksi dalam waktu lama.

Ia menjelaskan, hepatitis B dan C yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati. Karena itu, masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti tenaga kesehatan, ibu hamil, pengguna jarum suntik, maupun mereka yang pernah menerima transfusi darah sebelum tahun 1992, disarankan melakukan pemeriksaan.

“Semua orang berisiko terhadap adanya infeksi virus hepatitis B, tetapi ada faktor-faktor risiko yang lebih tinggi. Kalau ingin memeriksakan, itu melalui pemeriksaan darah. Periksalah pemeriksaan-pemeriksaan yang menyangkut adanya virus hepatitis B, misalnya HBsAg atau pemeriksaan anti-HCV” ujarnya.

Selain pemeriksaan, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, menjaga keamanan saat menangani luka, serta menerapkan perilaku seksual yang aman. Khusus hepatitis B, imunisasi juga dinilai efektif sebagai upaya perlindungan.

dr. Made Widiastika menegaskan, hepatitis C dapat disembuhkan dengan obat antivirus, sedangkan hepatitis B dapat dikendalikan untuk menekan perkembangan virus dan mencegah komplikasi. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan hati dengan mengurangi konsumsi alkohol, tidak sembarangan mengonsumsi obat, serta mengendalikan berat badan, kolesterol dan diabetes.

“Kalau tidak diobati, tidak minum obat antivirus pada hepatitis B, maka lima tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun akan berkembang menjadi cirrhosis dan meninggal. Itu namanya silent killer. Tapi bisa dicegah. Siapa duluan? Kita yang tahu duluan, kita yang kendalikan virusnya” katanya.

Masyarakat diminta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini. Dengan mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan dan menerapkan pola hidup sehat, dampak serius hepatitis terhadap kesehatan hati dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....