Birth Plan Jadi Jembatan Komunikasi Persalinan

  • 02 Sep 2026 10:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komunikasi antara ibu hamil dan tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan persalinan. Salah satu cara untuk membantu menyampaikan keinginan ibu adalah melalui birth plan.

Bidan Titin Novayanti Dey, M.Ked, dalam program Indonesia Sehat RRI Singaraja baru-baru ini, menjelaskan bahwa birth plan dapat menjadi jembatan komunikasi antara ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan. Menurutnya, saat proses persalinan berlangsung, ibu bisa mengalami rasa sakit, lelah, maupun cemas sehingga tidak selalu mudah menyampaikan keinginannya secara langsung.

Birth plan itu juga salah satu alat untuk menyalurkan apa yang kita inginkan supaya komunikasi kita juga lancar,” kata Titin.

Melalui catatan tersebut, tenaga kesehatan dapat mengetahui preferensi ibu, misalnya mengenai pendamping persalinan, suasana yang diharapkan, hingga keinginan setelah bayi lahir seperti pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) dan rawat gabung.

Titin juga mengingatkan agar informasi mengenai birth plan yang diperoleh dari internet atau media sosial tidak langsung diterapkan tanpa pertimbangan. Informasi tersebut boleh menjadi referensi, tetapi tetap perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Ia menilai, ibu hamil perlu lebih aktif bertanya saat pemeriksaan kehamilan. Pertanyaan dan keinginan ibu dapat didiskusikan dengan bidan atau dokter untuk mengetahui mana yang dapat diterapkan sesuai kondisi.

Dalam dialog tersebut, Titin juga menyebutkan bahwa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) telah memuat sejumlah data penting berkaitan dengan perencanaan persalinan, termasuk pihak yang mengambil keputusan dalam keadaan darurat dan calon pendonor darah.

Dengan komunikasi yang lebih terbuka, ibu hamil diharapkan tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memahami kondisi dan pilihan yang mungkin dihadapi selama persalinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....